Yamaha Mio S

Viking Unpas, Kelompok Suporter Intelek yang Jadi Panutan Mahasiswa

  Senin, 08 Oktober 2018   Anggun Nindita Kenanga Putri
Viking Unpas. (Anggun Nindita K Putri/ayobandung)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM--Akhir-akhir ini banyak perilaku tidak terpuji dari suporter sepakbola sedang banyak diperbincangkan. Mulai dari aksi anarkis oknum yang menewaskan salah seorang anggota The Jakmania, Haringga Sirilia, hingga suporter Arema, yakni Aremania yang menunjukan tindakan provokasi saat laga Arema menjamu Persebaya pada Sabtu (6/10/2018) di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Hanya saja, tidak semua suporter memperlihatkan perilaku anarkis. Masih banyak pula kelompok suporter yang menjunjung tinggi nilai kesopanan dan sportivitas. Seperti yang ditunjukan oleh Viking Unpas.

Viking Unpas memang memiliki visi menjadi suporter yang intelek. Tak heran, sebagai kelompok yang berbasis dari lembaga pendidikan, membuat Viking Unpas menjadi jembatan edukasi antara suporter serta masyarakat.

Komunitas suporter ini telah terbentuk sejak tahun 1998 lalu. Ketua Umum Viking Unpas, Amar Fahmi Wardani menyatakan bahwa Viking Unpas merupakan distrik kedua Viking yang dibentuk di Indonesia.

“Saat itu ada sekumpulan mahasiswa Unpas yang memang menyukai Persib. Daripada hanya berkumpul untuk nongkrong dan nobar, diputuskan untuk membuat wadah yang bisa menyalurkan kecintaannya untuk tim Persib Bandung,” katanya saat ditemui Senin (8/10/2018)

Viking Unpas terbentuk saat bulan Ramadan tahun 1998. Setiap tahunnya, para anggota selalu merayakan hari jadi Viking Unpas pada bulan ketiga di bulan Ramadan. Bukan hanya sekedar peringatan hari jadi, biasanya momen ini digunakan para anggota untuk melakukan refleksi diri agar menjadi lebih baik lagi.

Sebagai perwakilan Viking di kalangan mahasiswa, Viking Unpas aktif memberikan informasi tentang sepakbola kepada sesama pelajar dan masyarakat umum. Bahkan Viking Unpas memilik sebuah majalah sendiri yang diberi tajuk “Bad Boy Magazine”.

AYO BACA : Karut Marut Sepak Bola Indonesia Jadi Sorotan Media Italia

“Bad Boy Magazine itu isinya tentang kritikan mengenai Persib ataupun sepakbola dari kacamata para mahasiswa. Memang sekarang sedang off dulu, tapi dalam waktu dekat majalah ini akan dijalankan kembali,” ucapnya.

Selain lewat majalah, Viking Unpas juga aktif melakukan kampanye tentang menjadi suporter yang positif lewat berbagai kegiatan. Setiap momen penerimaan mahasiswa baru (PMB), Viking Unpas selalu mengadakan sharing session kepada juniornya.

Menurut Amar, hal tersebut ditujukan agar para mahasiswa baru bisa menjadi agen perubahan positif di kalangan suporter.

“Kita berpikir tentang sepakbola itu secara kritis. Tidak asal mencela. Cari asal usulnya bagaimana lalu mengkritik sambil memberikan solusi,” tuturnya.

Kehadiran Viking Unpas rupanya disambut positif oleh kalangan kampus. Amar menyebutkan para dosen pun seringkali membantu kegiatan yang dilakukan oleh Viking Unpas. Mulai dari masalah pendanaan, membantu konsep acara, hingga mempermudah akses bagi anggota Viking Unpas yang ingin nyetadion. Tentu saja, dengan syarat kegiatan Viking Unpas haruslah tetap tertib.

Tak hanya di dalam internal kampus, Viking Unpas juga sudah banyak diundang oleh kampus-kampus lainnya dalam agenda soal suporter dan sepakbola. Viking Unpas pun aktif bersilaturahmi dengan Viking distrik lainnya. Terbaru, Viking Unpas turut serta dalam perayaan hari jadi Viking Sukajadi.

Kendati kini Persib sedang dalam keadaan yang sulit, hal ini tidak menyurutkan rasa cinta dari Viking Unpas. Amar memastikan Viking Unpas tetap akan mendukung tim asuhan Mario Gomez ini sampai kapanpun.

“Sekarang Persib punya Gomez, seorang pelatih yang cukup pintar. Kita percayakan saja pada Abah Gomez. Saya yakin Persib tetap juara di tengah keadaan yang sulit seperti ini,” pungkasnya.

AYO BACA : Seluruh Pemain Persib Siap Tempur Lawan Madura United

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar