Yamaha Lexi

Ekspor Kopi Jabar Terdongkrak Dipicu Depresiasi Rupiah

  Senin, 08 Oktober 2018   Adi Ginanjar Maulana
Ilustrasi: Panen kopi di perkebunan Cikalong Wetan belum lama ini.(Irfan/ayobandung.com)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM--Kinerja ekspor kopi dari Jawa Barat sepanjang semester I/2018 mengalami kenaikan 10%, terdongkrak depresiasi rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Jabar Iyus Supriyatna mengatakan ekspor kopi dari Jabar pada semester I/2018 mencapai 700 ton, naik 10% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 630 ton.

Adapun harga kopi dibanderol US$6-7US$ untuk kualitas standar dan US$10-15US$ kualitas specialty.

AYO BACA : Menyesap Cerita di Kopi Toko Djawa

"Petani jelas diuntungkan adanya depresiasi rupiah. Sebab, mereka bisa mendulang untuk dari keuntungan harga ekspor," katanya kepada ayobandung.com, Senin (8/10/2018).

Menurutnya, peluang ekspor kopi semakin terbuka lebar. Namun, di sisi lain pemerintah perlu memberikan insentif kepada petani agar kinerja ekspor terdongkrak lebih tinggi.

Kendati demikian, Iyus menjelaskan ekspor kopi dari Jabar sebagian masih mengandalkan pintu masuk daerah lain seperti Medan, Semarang, dan Tanjung Priok.

Oleh karena itu, komitmen antara petani, pengusaha, dan pemerintah harus terjalin, agar ekspor langsung tersebut memberikan kontribusi besar bagi pendapatan.

AYO BACA : Kopi Puntang Jawara di Kompetisi Kopi Level Dunia

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar