Yamaha Aerox

Kekeringan: Warga Andalkan Situ Sipatahunan

  Minggu, 07 Oktober 2018   Mildan Abdalloh
Sebagian Warga Kelurahan Baleendah, terpaksa harus mengambil air dari dua buah sumur resapan di Situ Sipatahunan untuk menutupi kebutuhan air. (ayobandung.com/Mildan Abdalloh)

BALEENDAH, AYOBANDUNG.COM -- Kemarau yang berkepanjangan dalam beberapa tahun terakhir, membuat warga di Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung kesulitan air.

Sebagian Warga Kelurahan Baleendah, terpaksa harus mengambil air dari dua buah sumur resapan di Situ Sipatahunan untuk menutupi kebutuhan air.

"Sumur di rumah sudah kering, jadi terpaksa harus ngambil di sini," tutur Kosasih (57) salah seorang warga, Minggu (7/10/2018).

Setiap hari, Kosasih harus membawa gerobak yang berisi beberapa jerigen untuk mengangkut air dari sumur yang berada di tepi Situ Sipatahunan.

AYO BACA : Dilanda Kekeringan, Ridwan kamil Bakal Gelar Salat Istisqa

"Jarak dari rumah ke sini lumayan jauh, kalau harus dipikul lumayan berat. Kalau pakai gerobak bisa mengankut banyak," ujarnya.

Air dari sumur di tepi Situ Sipatahunan tersebut digunakan hanya untuk kebutuhan mencuci dan mandi. Menurut Kosasih, untuk minum, dia membeli air galon isi ulang.

"Takut ada apa-apa, soalnya airnya sudah tercemar, jadi tidak digunakan untuk minum," ungkapnya.

Air di Situ Sipatahunan sendiri terlihat sudah mulai surut karena hujan yang belum juga turun. Warga terpaksa harus antre cukup panjang untuk mendapatkan air.

"Bisa saja ambil banyak buat satu Minggu, tetapi kan kasihan warga yang lainnya, harus bergantian, biar adil juga," ujar Akbar (40) warga lainnya.

AYO BACA : Kekeringan Landa Jabar, Ridwan Kamil Imbau Warga Hemat Air

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar