Yamaha Mio S

Ini Langkah KPU Jabar Antisipasi Konflik Pilpres dan Pileg 2019

  Jumat, 05 Oktober 2018   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Ketua KPU Jabar, Rifqi Ali Mubarok. (Eneng Reni N Jamil/ayobandung).

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM--Untuk mengantisipasi konflik Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 yang tinggal menghitung bulan, KPU Jawa Barat akan melakukan beberapa langkah. Di bawah tampuk kepemimpinan baru, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat terus melakukan koordinasi. 

Berbagai sinergi internal antara KPU Jabar, KPU kota/kab, sampai lapisan panitia pemilihan kecamatan (PPK) pun dilakukan untuk menghadapi momentum Pileg dan Pilpres 2019.

AYO BACA : Rifqi Ali Mubarok Resmi Jadi Ketua Anyar KPU Jabar

Ketua KPU Jabar, Rifqi Ali Mubarok menyebutkan upaya ini agar bisa terjaga integritas, independensi, hingga profesionalitas di tataran KPU jabar periode 2018-2023.

\"Langkah ini tentunya juga menyangkut kepercayaan publik. Karena pasti dinamika selaku ada namanya juga kompetisi, makanya mudah-mudahan gesekannya tidak terlalu tnggi,\" ungkap Rifqi saat ditemui awak media, Jumat (5/10/2018).

AYO BACA : KPU Jabar Buka Pendaftaran Caleg

Rifqi juga mengungkapkan netralitas dari para pengawas atau penyelenggaran pemilu dalam sturktur kepemimpinan KPU Jabar yang batu ini telah diatur dengan lugas. 

Pasalnya, para pengawas atau penyelenggaran ini tidak boleh berpartai atau memiliki rekam jejak dalam dunia politik.

\"Artinya (mereka) tidak boleh menjadi pengurus dan anggota parpol sema lima tahun di KPU. Itu indikator yang jelas. Tapi kalau penyelenggaran maupun timsel ini terindikasi pengurus partai atau punya rekam jejak jadi tim sukses, ya sudah tidak bisa,\" tuturnya.

Pilkada 2019 merupakan tahun politik nan penuh tantangan. Pasalnya, hampir 80% masyarakat merupakan pemilih di 2019. Terlebih lagi jarak menuju ke Pileg dan Pilpres 2019 hanya tinggal enam bulan.

AYO BACA : Peretas Situs KPU Jabar Seorang Remaja

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar