Yamaha Mio S

Yuk, Cobain Bala-bala "Gengster" yang Terkenal di Ujungberung

  Jumat, 05 Oktober 2018   
Bala-bala gengster yang dijajakan Ade di Ujungberung, Rabu (3/10/2018).(Yuanitasari Ciptadi)

Gengster? Pasti bila mendengar kata itu, pikian tertuju kepada tindakan kejahatan atau anarkis. Namun, gengster yang satu ini tidak seperti itu. Ini merupakan penamaan pada cemilan gorengan yang dijual di Ujungberung Bandung.

Nah, gorengan "gengster" paling laris dijual yakni bala-bala. Bala-bala merupakan nama lain dari bakwan, sejenis gorengan yang terbuat dari tepung terigu, ditambah campuran kol, dan wortel lalu digoreng.

Penamaan bala-bala sangat khas di tatar Sunda. Paling enak disantap selagi hangat ditemani secangkir kopi hitam.

Ade, pemilik warung gorengan gengster, mengatakan penamaan gengster tercetus dari mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang sering nongkrong di tempatnya berdagang. Di sana, paling laris dijual yakni bala-bala gengster (balgeng)

“Arti dari nama balgeng, yaitu untuk mengobati sakit perut, dan keroncongan di tengah malam. Biasanya kami buka dari pukul 16.00-03.00 WIB,” ujarnya, Rabu (3/10/2018).

Gorengan yang dijual di sana tidak jauh beda dengan gorengan yang dijual pada umumnya. Pada gorengan asin, ada bala-bala, tempe mendoan, karoket, dan gehu.

Sedangkan gorengan manis, ada pisang goreng, pisang cokelat, donat, dan donat isi kacang ijo.

Setiap hari, dia menghabiskan 50 kilogam tepung terigu untuk berjualan.

Yuanitasari Ciptadi

Mahasiswa Jurnalistik UIN SGD Bandung  Semester V

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar