Yamaha

Bahasa Indonesia Kian Meredup

  Selasa, 02 Oktober 2018   Netizen
Grafis Bahasa Indonesia/Attia

Bahasa merupakan salah satu unsur penting dalam kehidupan manusia. Melalui bahasa, manusia bisa berinteraksi satu sama lain. melalui bahasa, setiap makhluk bisa saling bertukar informasi dan pendapat.

Dalam ilmu komunikasi, bahasa merupakan bentuk komunikasi verbal. Maka, bahasa menjadi elemen penting dan identitas suatu bangsa dan negara sebagai aspekĀ  ciri khas da kebudayaan yang dimilikinya.

Modernisasi Bahasa Indonesia

Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak terlepas dari pemakaian bahasa. Dengan bahasa seseorang dapat mengungkapkan ide, gagasan, pikiran, dan keinginan dalam menyampaikan pendapat dan informasi serta berinteraksi.

Bahasa sebagai alat untuk interaksi antarmanusia dalam masyarakat memiliki sifat sosial yaitu pemakaian bahasa digunakan oleh setiap lapisan masyarakat. Bahasa bukan individual yang hanya dapat dipakai dan dipahami oleh penutur saja. Akan tetapi, pemakaian bahasa akan lebih tepat bila antara penutur dan mitra tutur saling memahami makna tutur.

Bahasa juga merupakan unsur penting dalam kehidupan manusia, karena tanpa adanya bahasa kita akan mengalami kesulitan untuk bisa berkomunikasi. Penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional memang sudah tidak bisa diganggu gugat. Termasuk dalam berbagai aspek, salah satunya adalah dalam aspek informasi atau berita yang di muat di media.

AYO BACA : Mampukah Bahasa Indonesia Jadi Bahasa Internasional?

Bagi para jurnalis, bahasa adalah sesuatu yang sakral sekaligus sebagai sebuah senjata untuk menyampaikan kebenaran kepada khalayak. Seorang jurnalis harus memahami betul perihal penggunaan bahasa jurnalistik di dunia kejurnalistikan. Karena dengan memahami dan menguasai bahasa jurnalistik, seorang jurnalis bisa mempengaruhi dan menguasai pikiran dari pembaca atau khalayak.

Saat ini, media massa merupakan salah satu unsur penting dalam kehidupan umat manusia. Alasannya adalah karena setiap informasi teraktual dan fenomenal bisa kita dapatkan melalui media massa.

Maka dari itu, segala informasi yang disampaikan di media massa haruslah sesuai dengan kaidah bahasa Jurnalistik yang baik dan benar serta mengandung unsur kebaruan. Tidak sah suatu berita bila tidak memenuhi kaidah bahasa jurnalistik yang baik dan benar, karena seolah itu meng khianati kode etik yang sudah berlaku dan ditetapkan. Bukan tanpa alasan, karena informasi yang disampaikan oleh media adalah untuk dikonsumsi oleh publik bukan untuk media tersebut.

Menurut seorang pakar bahasa terkemuka, fungsi bahasa dapat diturunkan dari dasar dan motif pertumbuhan bahasa itu sendiri. Dasar dan motif pertumbuhan bahasa itu dalam garis besarnya adalah : 1) sebagai alat untuk menyatakan ekspresi diri, 2) sebagai alat komunikasi, 3) sebagai alat untuk mengadakan integrasi dan adaptasi sosial, dan 4) sebagai alat untuk mengadakan kontrol sosial (Keraf, 2001:3-7).

Penulisan berita di media massa menggunakan bahasa jurnalistik yang disyaratkan tampil menarik, variatif, segar, dan berkarakter. Selain itu, ia juga harus senantiasa tampil ringkas dan lugas, logis, dinamis, demokratis, sederhana, singkat, dan populis. Dalam bahasa jurnalistik, setiap kata harus bermakna, bertenaga, berwarna dan bercita rasa.

Saat ini, sudah banyak media-media yang menjadi sarana dalam penyampaian informasi dan berita bagi khalayak umum. Namun, semakin banyaknya media bukan semakin profesional. Tetapi justru kebanyakan media mengesampingkan kaidah penggunaan bahasa yang seharusnya dipakai.

AYO BACA : Negara Viralisasi

Kebanyakan penulisan berita di media massa sering terdapat penyimpangan-penyimpangan dari kaidah penulisan tata bahasa yang benar. Karena alasan menarik, variatif, segar, dan berkarakter itulah yang menyebabkan penulisan berita di media massa tidak sesuai dengan kaidah penulisan tata bahasa yang benar. Banyak sekali kasus yang bisa dijadikan sebagai bukti bahwa penulisan berita melalui media massa tidak sesuai dengan kaidah yang baik dan benar.

Banyak sekali kesalahan yang dilakukan oleh jurnalis terkait. Seperti penulisan judul, penggunaan kata bermakna ganda, kata yang asing ditelinga masyarakat serta kata yang sering diulang dan bertele-tele.

Hal itu tentu tidak sesuai dengan kaidah bahasa jurnalistik, karena bahasa jurnalistik itu harus : 1) Sederhana, 2) singkat, 3) padat, 4) lugas, 5) jelas, 6) jernih, 7) menarik, 8) demokratis, 9) populis, 10) logis, 11) gramatikal, 12) menghindari kata tutur, 13) menghindari kata dan istilah, 14) pilihan kata (diksi) yang tepat, 15) mengutamakan kalimat aktif, 16) menghindari kata atau istilah teknis, 17) tunduk kepada kaidah etika (Sumadiria, 2005:2).

Menjaga Bahasa Indonesia

Sebagai seorang jurnalis dan sebagai warga negara Indonesia, hendaknya kita bisa menjaga dan mempertahankan aset budaya bangsa yang sudah diturunkan sejak zaman dulu. Bahasa sebagai pemersatu bangsa tidak boleh hilang termakan perkembangan zaman sebagai efek dari modernisasi yang kian melesat.

Jurnalis haruslah mampu menguasai penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai dengan kaidah berlaku. Jangan sampai bahasa Indonesia yang kita cintai ini, berganti menjadi bahasa-bahasa gaul yang sebenarnya tidak memiliki esensi sama sekali dan cenderung membodohkan kita. Jadi, hendaknya kita sama-sama menjaga dan mencintai budaya berbahasa Indonesia yang baik dan benar, karena kalau bukan kita siapa lagi.

Cindy Adellia

Mahasiswi Jurnalistik UIN SGD Bandung

AYO BACA : Mewabahnya Budaya Korea di Kalangan Remaja

Netizen :

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar