Yamaha Lexi

Menikmati Alam dan Bahasa Arab di Pesantren Baitul Arqom

  Senin, 01 Oktober 2018   
Pesantren Baitul Arqom.(baitularqom)

Jika mendengar kata arab, apa yang mucul dibenak Anda? Mungkin mayoritas akan membayangkan figur orang Arab berperawakan tinggi dan wanita bercadar.

Bahasa Arab adalah salah satu bahasa yang banyak diterapkan di pondok pesantren di Indonesia seperti halnya Pondok Pesantren Baitul Arqom yang berlokasi di Lemburawi Ciparay, Kabupaten Bandung.

Pondok Pesantren yang dibangun tahun 1922 oleh KH Muhammad Fakih dalam rangka menegakkan amar makruf nahi munkar ini memiliki santri yang jumlahnya lebih dari seribu, yang berasal dari dalam dan luar pulau Jawa.

Santri dan santriah yang mondok di sini diwajibkan untuk memakai bahasa Arab sebagai bahasa sehari-hari. Cukup dengan jangka waktu enam bulan, mereka sudah bisa menguasai bahasa Arab dengan baik.

Maka, jangan heran ketika Anda memasuki pondok pesantren ini, Anda akan melihat santri dan santriah yang fasih bercakap memakai bahasa Arab. Para pedagang yang berjualan di sini pun tak sungkan memakai bahasa Arab sebagai percakapan dalam jual beli mereka.

Bahasa Arab yang mereka pakai adalah bahasa arab amiyah. Bahasa ini dipakai dalam percakapan sehari-hari oleh negara yang memakai bahasa tersebut. Sementara itu, untuk bahasa Arab yang tergolong formal dinamakan dengan fushah.

Hanya sedikit pondok pesantren yang kini menerapkan bahasa arab amiyah sebagai mata pelajaran mereka. Pasalnya, pondok pesantren pada umumnya kini menerapkan fushah sebagai mata pelajaran mereka.

Lokasi pondok pesantren ini terbilang sangat teduh dari hingar bingar perkotaan. Pemandangan Gunung Rakutak yang terlihat begitu jelas dan khas. Hamparan sawah yang terbentang luas ini membuat mata sejuk karena melihat keasrian.

Apalagi jika waktu Magrib menuju malam tiba, suara santri dan santriah yang sedang melantunkan alquran begitu menghangatkan suhu yang terbilang sangat dingin. Saut menyaut antara burung koeak, kodok, dan jangkrik ini pun tak kunjung sunyi sepanjang malam.

Selain itu, suara aliran air dari hulu Sungai Citarum terdengar deras ini menandakan bahwa lokasi pesantren ini sangat dekat dengan alam yang masih terjaga keasriannya. Panorama keindahan ini adalah kelebihan yang dimiliki oleh Pondok Pesantren Baitul Arqom.

Jauh dari budaya luar, kesederhanaan yang masih memakai adat istiadat tradisional ini menjadikan daya tarik untuk orang tua yang menginginkan anaknya untuk masuk di Pondok Pesantren Baitul Arqom.

Pondok Pesantren Baitul Arqom hingga saat ini masih menjunjung tinggi nilai akhlak kepada siapa pun. Tidak heran jika lulusan dari pondok ini dapat melahirkan banyak orang-orang yang sukses dalam bidang iptek dan imtak.

Yulistiani Solihah

Mahasiswa Jurusan Jurnalistik UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar