Yamaha

Bekerja Berdasarkan Hobi Lebih Menyenangkan?

  Kamis, 27 September 2018   Netizen
Pameran foto karya komunitas Foto Speak di Teras Cikapundung belum lama ini.(Irfan Alfaritsi)

Seringkali dewasa awal berkeluh-kesah tentangan bagaimana karier mereka di masa depan. Terlebih kepada mereka yang merasa salah mengambil jurusan. Padahal karier itu tidak ditentukan jurusan apa sekolah kita, akan tetapi keahlian itu adalah hal utama.

Kita boleh saja jurusan teknik mesin, tapi memiliki hobi fotografi ya boleh saja bekerja di fotografi. Atau kita dari jurusan industri tetapi senang dengan seni tari ya boleh saja menjadi guru tari dan membuat sanggar. Semua itu sah-sah saja asalkan kita bersungguh-sungguh dan suka akan hal itu.

Melakukan aktivitas yang kita senangi atau sebut saja dengan hobi tentunya akan mendatangkan kebahagiaan dan kita akan menikmati. Tetapi beda halnya dengan berkerja hanya berdasarkan gaji padahal bukan fesyen kita, itu akan terasa menyiksa.

Kita bisa saja ambil contoh seorang yang suka traveling membuka tempat travel, tentunya ia menikmati setiap pekerjaannya. Lalu dengan contoh seorang yang benci durian berjualan durian tentunya akan membuat hari-harinya merasa tersiksa dan tidak menikmati pekerjaannya. Beda halnya jika ia mencintai buah durian tentu akan menjadi kenikmatan.

Hobi tidak melulu harus sama dengan orang-orang pada umumnya. Kita cukup bangga dengan hobi yang kita punya. Hobi tidak menuntut kita untuk mahir atau ahli.

Misalkan kita mempunyai hobi mengambar namun tidak terlalu ahli dan mahir kita bisa mengatasinya mengikuti beberapa komunitas yang berkaitan dengan menggambar, atau menonton dari tutorial yang ada di internet.

Mulai dari menerima pesanan design, atau menjual baju-baju dengan design sablon kita, nanti jika ada yang berminat lalu dibuatkan ke tukang sablon dan dikirimkan pada pemesan. Era sekarang sudah canggih, semua serba digital, bahkan bisa di-online-kan.

Lalu buat orang-orang merasa belum memiliki keahlian dan hobi, hal ini menjadi kekhawatiran bagi mereka pada kariernya di masa depan. Percayalah, keahlian dan hobi itu beranjak dari ketidak bisaan namun memiliki niat. Niatkan saja untuk mencoba beberapa hal yang terdekat dengan kita.

Misalkan saja membantu ayah berjualan, bagi yang memiliki keluarga pedagang. Atau membantu ibu membuat kue bagi yang memiliki ibu seorang pembuat kue. Dan juga untuk mereka yang suka jalan-jalan membuat blog atau vlog tentang perjalan.

AYO BACA : Lomba Fotograsi Ala Komunitas Fotografi Semut

Untuk yang senang membaca coba saja untuk membuat buku dan kirimkan ke penerbit. Coba-coba itu memang bukan hal yang mudah untuk memulai namun ingat kita hidup untuk menjadi manusia yang sukses dan bermanfaat.

Apabila coba-coba kita tidak menghasilkan, tenang saja, kita masih memiliki banyak pilihan untuk dijadikan hobi hingga menjadi keahlian. Allah menciptakan manusia dengan berbeda keahlian, kepribadian, bentuk, dan sebagainya sehingga melahirkan beberapa macam jenis pekerjaan.

Kalau tidak cocok untuk berdagang kita bisa ikut dalam bidang musik, bergaul dengan anak-anak musik. Lingkungan itu sangat memengaruhi jika ingin bisa menulis kita hanya cukup datang kepada kelompok yang suka menulis. Jika ingin menjadi penyair kita ikut saja berpartisipasi dalam apa pun kompetisi penyiaran dan bergabung dalam komunitasnya.

Jika sudah banyak mencoba ini dan itu, kita akan lebih mengerti ke mana arah selanjutnya yang harus kita tuju, dari pada orang-orang yang hanya diam dan tak ingin mencoba apa pun.

Pengalaman itu berharga, setidaknya jika tidak berhasil kita memiliki pengetahuan akan pengalaman dari hasil percobaan kita. Lalu menambah pergaulan. Dari pergaulan ini biasanya banyak hal-hal baru yang kita ketahui. Sering kali nanti tiba-tiba ada lowongan pekerjaan yang mungkin sesuai dengan kita.

Seperti manusia pada umumnya selalu membutuhkan bantuan. Kita terkadang dimintai bantuan atau kita menawarkan bantuan. Percaya diri saja dengan diri kita. Jangan sekali-kali menganggap diri kita tidak berguna.

Terima saja segala tawaran dan tawarkan saja bantuan yang bisa kita bantu. Namun jangan pula mengharapkan imbalan lebih. Untuk pemula cari saja sebanyak-banyaknya pengalaman. Karena kita akan semakin berharga dengan banyaknya pengalaman bukan dengan hanya keahlian atau hobi saja.

Sukses memang berbeda makna menurut setiap orang ada yang menurut mereka sukses itu dapat melakukan banyak hal. Ada juga yang mengatakan sukses itu bisa bebas dari segala aktivitas.

Semuanya sah-sah saja, namun pada ujungannya sukses itu adalah tujuan kebahagiaan. Jangan sampai sukses kita menganggap diri kita telah sukses namun tidak menemukan kebahagiaan. Kesalahan yang ada di zaman sekarang adalah orang-orang mengukur kesuksesan dengan materi. Padahal sukses itu ketika kita bisa melakuan hal yang kita inginkan dan senangi seperti hobi.

AYO BACA : Gen Z dan Paket Lengkap Turisme Fotografi

Kalau ditanya apa hobimu pasti kita menjawab beberapa hal yang kita senangi, dan kesenangan itu adalah tujuan kesuksesan. Jadi percuma jika karier kita tidak pada hal yang kita senangi atau hobi, karena hal itu menyiksa dan kesuksesan karier itu bukan karena keterpaksaan. Kita melakukan hobi dan dibayar itu adalah dua hal yang menguntungkan. Maka jika kita punya hobi asah saja hingga ahli.

Nah, bagaimana dengan orang-orang yang memiliki banyak hobi? Tenang saja, kita tak perlu bingung untuk memutuskan apa pun. Kita cukup saja mengambil kesempatan apa pun yang ada pada hobi yang kita miliki.

Kita pasti mengetahui hobi mana yang paling menonjol dan yang bisa menjadi pegangan dalam karier kita. Jangan galau jika punya banyak hobi karena memilih satu hobi untuk dijadikan modal berkarier bukan hal yang susah.

Beda halnya dengan orang-orang yang memiliki berbagai macam hobi namun hobi tersebut saling berkaitan. Misalkan memiliki hobi, fotografi, menulis, video, jalan-jalan, kuliner, siaran, bahasa inggris maka merupakan satu-kesatuan hobi yang saling menunjang satu sama lain.

Jika memiliki hobi seperti ini maka bisa bekerja di bagian kreatif, perfilman, media, bahkan bisa membuka channel Youtube atau memanfaatkan media sosial yang lainnya yang ia punya.

Terlebih jika memiliki hobi yang sama dengan jurusan sekolah ataupun kuliah yang telah dijalani ataupun yang sedang dijalani. Tentunya semuanya sudah menunjang dan cukup fokus pada pada rencana kedepannya.

Namun di sini ditekankan tidak salah jika kita berkarier berbeda dengan jurusan kita. Karena memilih jurusan itu bisa jadi kita masih belum tergambar hal kedepannya dan belum tahu bagaimana jurusan kita itu atau bahkan dahulunya kita mengambil jurusan asal comot saja.

Namun era sekarang pekerjaan bukan lagi mengambil ijazah tetapi dilihat dari keterampilan. Keterampilan bisa terjadi dengan kita mengasah hobi yang kita miliki.

Dengan begitu kita dapat menyimpulkan bahwa karier yang ditunjang dengan kemampuan hobi yang kita miliki akan menjadikan hal yang menyenangkan dan membahagiakan, bukan hal yang menyiksa karena dilakukan dengan kesukaan bahkan dengan keterpaksaan.

Penulis: Rika Ilma Putri, Mahasiswi UIN Bandung

AYO BACA : Kenangan Warga Bandung soal Jonas Photo yang Tetap Melegenda

Netizen :

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar