Yamaha Lexi

Pentingnya Menumbuhkan Pola Asuh yang Bahagia untuk Anak

  Rabu, 26 September 2018   Anggun Nindita Kenanga Putri
Workshop Nestle Lactogrow Happy Parenting, Rabu (26/9/2018)

AYO BACA : Tujuh Pola Asuh Anak yang Unik di Dunia

AYO BACA : Bantu Anak Kehilangan Asuh Orangtua dengan Kesempatan Bekerja

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM--Hasil studi Child Happiness diumumkan oleh Nestle Lactogrow pada Juli 2018 di Jakarta. Dalam studi tersebut ditemukan fakta bahwa anak merasa bahagia saat bermain bersama orang tua, bahkan lebih bahagia dari ketika mereka bermain bersama adik atau kakaknya.

Namun pada kenyataannya, ditemukan lebih dari 50 persen orang tua merasa belum cukup hadir dan terlibat dalam kegiatan bersama si kecil.

Selain memaparkan tentang arti kebahagiaan keluarga serta kecukupan gizi anak Indonesia, studi ini juga mengungkapkan bahwa saat menilai karakteristik kebahagiaan anak, kebanyakan orang tua hanya memperhatikan ciri-ciri fisik. Misalnya saja saat anak menunjukkan ekspresi ceria dan aktif bergerak.

Padahal kebahagiaan anak bukanlah kegembiraan sesaat. Namun lebih kepada rasa nyaman, aman, dan diterima dengan baik di lingkungan sosialnya.

Psikolog Elizabeth Santosa menjelaskan, pada umumnya orang tua sudah mengerti teori pentingnya mendukung anak tumbuh bahagia, seperti menghabiskan waktu yang berkualitas dengan anak.

“Faktanya banyak orang tua yang masih belum bisa memaksimalkan keterlibatan emosional mereka bersama anak, meskipun telah susah payah menyisihkan waktu,” kata Elizabeth dalam Workshop "Nestle Lactogrow Happy Parenting", Rabu (26/9/2018).

Dia menyebutkan, pola hidup modern seperti tingkat stres yang lebih tinggi atau interaksi dengan ponsel misalnya, membuat keterlibatan emosional menjadi tantangan baru bagi orang tua.

Selain itu, dia menjelaskan bahwa tekanan hidup modern ini berdampak pada kebahagiaan orang tua itu sendiri sehingga orang tua membutuhkan suatu panduan yang kuat tentang pola asuh anak.

Pasalnya di tangan orang tua yang bahagia, otomatis akan menghasilkan anak yang memiliki ketahanan terhadap stres dan tantangan hidup di masa depan. Anak-anak ini dihasilkan melalui pola asuh orang tua yang bahagia dan terlibat dalam aktivitas anak.

Elizabeth pun berharap para orang tua menjadi lebih menyadari pentingnya membangun waktu berkualitas untuk anak-anaknya.

“Untuk mengenal dirinya sendiri, setiap individu, khususnya orang tua, perlu memahami apa saja sumber kebahagiaan dalam hidup seperti positif afektif (tertawa, damai, pemenuhan diri), negatif afektif (marah, sedih, curiga), dan tingkat kepuasan hidup agar dapat mengajarkan anak bagaimana arti kebahagiaan yang sesungguhnya,” paparnya.

Sementara itu, Dokter Spesialis Anak Fatima Safira Alatas menyatakan, selain pola asuh, nutrisi menjadi salah satu hal penting bagi anak dalam masa pertumbuhannya.

“Anak yang mengonsumsi makanan bergizi lengkap dan seimbang akan memiliki saluran pencernaan yang sehat sehingga dapat menyerap nutrisi dengan baik. Pada akhirnya, anak akan memiliki selera makan dan pola tidur yang baik yang dapat menunjangnya untuk tumbuh dan berkembang secara lebih bahagia dan optimal,” ucapnya.

Di sisi lain, Brand Manager Nestle Lactogrow Gusti Kattani Maulani menyebutkan, melalui kampanye Grow Happy, Nestle Lactogrow ingin membantu orang tua untuk bisa menerapkan kemampuan membangun kebahagiaan dirinya sendiri. Dengan begitu, para orang tua dapat menularkannya pada anak dan keluarga serta memberikan strategi untuk menyediakan nutrisi yang optimal bagi anak-anak untuk tumbuh bahagia.

“Kunci tumbuh bahagia dimulai dari pilihan orang tua. Karena itu, kami berupaya membantu para orang tua melalui upaya edukasi atas bagaimana menemukan formulasi tumbuh bahagia melalui keselarasan nutrisi, stimulasi, dan keterlibatan orang tua yang sesuai dengan kondisi mereka masing-masing,” paparnya.

AYO BACA : Ridwan Kamil Segera Launching Program Keluarga Asuh

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar