Yamaha Lexi

Dirut bank bjb: Paradigma Penggunaan Kredit Konsumer Telah Berubah

  Selasa, 25 September 2018   Rizma Riyandi
Direktur Utama bank bjb, Ahmad Irfan. (Humas bank bjb)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM--Bank Indonesia mencatat kredit konsumer menjadi andalan bagi sebagian perbankan untuk mengerek pertumbuhan bisnis. Pada Juni 2018, pertumbuhan kredit konsumsi secara nasional meningkat sebesar 10,6% year on year menjadi Rp1.444 triliun.

Bagi bank bjb, segmen kredit konsumer merupakan captive market atau pilar bisnis utama dengan dominasi portofolio sebesar 67%. Dari beragam produk yang ditawarkan, Kredit Guna Bhakti (KGB) berhasil mendominasi penyaluran kredit konsumer bank bjb dengan besaran 75,65%.

KGB sendiri memiliki tujuan multiguna yang diberikan kepada debitur dengan penghasilan tetap dan disalurkan melalui bank bjb, seperti PNS di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar). Keunggulan utama KGB adalah memiliki suku bunga bersaing serta angsuran ringan yang dapat disesuaikan dengan nilai penghasilan debitur.

Keunggulan utama dari produk KGB adalah memiliki tingkat suku bunga bersaing, angsuran ringan, serta proses pencairan yang cepat. Adapun untuk plafon pinjaman, dimulai dari nominal Rp10 juta hingga Rp500 juta. Sedangkan untuk tenor pengembalian dapat dimulai dari jangka waktu 12 bulan hingga 15 tahun.

Meski bersifat konsumtif, fasilitas KGB juga dapat dimanfaatkan untuk beragam aktivitas produktif, seperti misalnya modal usaha. Terlebih, kini telah terjadi perubahan paradigma karena PNS lebih gemar memanfaatkan KGB untuk site income ketimbang mengejar kemewahan atau kebutuhan konsumtif lainnya.  
 
"Kredit konsumer kepada PNS sudah berubah paradigmanya. Sekarang PNS meminjam dana untuk site income atau kegiatan produktif, tidak untuk konsumtif lagi. Bukan untuk kemewahan lagi," ujar Direktur Utama bank bjb, Ahmad Irfan beberapa waktu lalu.

Menurut riset bank bjb, mayoritas pinjaman konsumtif yang dilakukan PNS dipergunakan untuk membeli kendaraan bermotor. Namun, kendaraan tersebut justru tidak digunakan sebagai alat transportasi utama, melainkan untuk keperluan ojek online. Adapun pada semester I tahun 2018, kredit konsumer bank bjb berhasil tersalurkan sebesar Rp48,688 triliun atau tumbuh 5,3% year on year.

Untuk persyaratan pengajuan KGB, debitur hanya perlu melampirkan salinan Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemohon dan pasangan, kartu keluarga atau akta nikah, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), kartu pegawai, dan slip gaji.

Sedangkan untuk dokumen asli, debitur harus melampirkan surat keputusan kepegawaian, surat pengangkatan kepangkatan terakhir, kartu Taspen, serta pas foto terbaru berukuran 3 kali 4 satu buah.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar