Yamaha

Rahim Asyik Kepincut Model Bisnis Baru Ayo Media Network

  Minggu, 23 September 2018   Nur Khansa Ranawati
Direktur Pemberitaan Ayo Media Network, Rahim Asyik. (ayomedia.com/Nur Khansa)

JATINANGOR, AYOBANDUNG.COM -- Direktur Pemberitaan Ayo Media Network, Rahim Asyik mengatakan, salah satu alasannya tertarik bergabung ke Ayo Media Network adalah karena model bisnisnya.

Hal tersebut ia sampaikan dalam sesi presentasi singkat para alumni pada Dies Natalis Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad bertajuk Fikom Fest 2018 di Kampus Unpad Jatinangor, Sabtu (22/9/2018).

“Modal Ayo Media Network berbeda dengan yang lain. Biasanya media lain berangkat dari kontennya, tapi Ayo Media Network lebih memerhatikan sisi bisnisnya,” jelasnya.

Ia menuturkan bahwa monetisasi media digital saat ini bisa dilakukan dengan berbagai cara. Di antaranya melalui donasi pembaca seperti yang dilakukan The Guardian, mengandalkan iklan situs, atau model valuasi. Namun, model-model tersebut dinilai kurang pas untuk diterapkan di Indonesia.

“Untuk situasi di Indonesia pola seperti itu (donasi pembaca) kurang berhasil, karena orang Indonesia senangnya gratisan. Memproduksi konten berkualitas juga perlu keahlian dan biaya yang mahal,” jelasnya.

Sementara, menggantungkan pundi-pundi penghasilan pada iklan situs pun beresiko. “Ada juga iklan situs. Namun bila terlalu banyak juga akan menganggu pembaca,” ungkapnya.

Sementara model valuasi, menurutnya, akan memungkinkan sang empunya media ditendang dari kepemilikan karena modal yang kecil.

Manfaatkan Influencer

Di mata Rahim, Ayo Media Network seolah membalik pakem bisnis media yang telah diadopsi selama ini.

“Kalau kita lihat sejarah pers, orang-orang kita dulu membikin koran tidak berpikir modal dulu untuk membikin konten korannya. Dia hanya butuh orang redaksi, kemudian bikin koran, dan besarlah koran itu,” jelasnya.  

Sementara, Ayo Media Network berangkat dari ajegnya modal. Media ini mengoptimalkan potensi media sosial dan influencer dalam menggaet klien.

“Di masa lalu, influencer itu adalah  opinion leader, orang yang bisa menerjemahan sebuah konten pada publik. Kita punya influencer di setiap kota kabupaten, di Jawa Barat bahkan di Indonesia,” ungkapnya.

Ia mengatakan, para influencer ini membantu memperbesar pengaruh iklan milik klien dengan menganalisa respon netizen hingga mengidentifikasi permasalahan.

“Jadinya iklan yang kami tangani itu efektif,” jelasnya.

Sehingga, sejumlah klien lain mulai berdatangan dan membantu Ayo Media Network melakukan ekspansi ke sejumlah daerah di Indonesia, meliputi Semarang dan Jakarta. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar