Yamaha Mio S

Jabar Quick Response, Ridwan Kamil Sebut Curhatan Warga Ratusan

  Jumat, 21 September 2018   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Gubernur Jawa Barat, Ridwan kamil (ayobandung.com/Eneng Reni)

AYO BACA : DPRD Jabar Apresiasi Program Jabar Quick Response

AYO BACA : Jabar Quick Response, Program Cepat Tanggap ala Jabar

DIPONEGORO, AYOBANDUNG.COM--Wadah untuk menampung keluhan masyarakat Jawa Barat (Jabar) alias Jabar Quick Response (JQR) sudah mulai berjalan di bawah kepemimpinan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum.

Dalam sistem kerjanya, JQR diyakini menjadi jembatan bagi pihak-pihak terkait, antara warga, swasta, dan juga pemerintah, dengan spirit kolaborasi untuk menghasilkan keputusan atau solusi pertolongan pertama.

Melalui berbagai platform media, masyarakat bisa langsung mengeluh atau mengungkapkan aspirasi masalah sosialnya kepada Pemerintah Provinsi Jabar melalui pusat SMS dan media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instragram.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengklaim, sejak JQR diluncurkan 18 September 2018, sudah banyak curhatan warga yang masuk. Alhasil, melalui program tersebut, berbagai permasalahan sosial di Jabar diharapkan bisa cepat ditanggapi.

"Sampai saat ini sudah ratus-ratus keluhan. Ini menunjukkan curhat warga banyak pisan. Bayangkan selama ini si ratus-ratus masalah itu bingung cari saluran. Nah, sekarang ada salurannya. Alhamdulillah kita akan respons secepatnya," kata pria yang karib disapa Emil itu, Jumat (21/9/2018).

Emil mengakui, dibutuhkan waktu untuk merespons cuitan di JQR. Mengingat antusiasme masyarakat Jabar dalam menyuarakan keluhannya cukup tinggi. Pasalnya, selain tengah menyiapkan sistem, pihaknya pun terus bergerak menyisir dan memverifikasi berbagai keluhan yang masuk.

Namun, Emil memastikan keluhan tersebut pasti akan ditanggapi. Apalagi untuk berbagai keluhan sosial yang bersifat darurat dan memiliki tingkat urgensi tinggi.

"Karena animonya tinggi sekali, maka mohon maaf, kita butuh waktu untuk menyisir dan memverifikasi. Tapi intinya, kami sedang menyiapkan sistem," sambungnya.

Disinggung soal dominasi keluhan dari warga Jabar, Emil belum bisa memastikan dominasi kategori keluhan di lapangan. Namun, dari laporan yang ia terima secara pribadi, Emil menduga keluhan soal kesehatan menjadi aspirasi yang paling banyak.

"Paling banyak keluhan belum ada laporan secara kualitas atau jenis komplain, tapi saya duga biasanya urusan kesehatan," katanya.

Oleh karenanya, diakui mantan Wali Kota Bandung itu, peningkatan pelayanan publik berbentuk komplain daring ini bakal jadi prioritas tercepat untuk segera direalisasikan. Selain paling mudah, program ini pun, kata dia, bakal digencarkan untuk menyamaratakan pelayanan publik di Jabar.

"Lain-lainnya kayak infrastuktur kan butuh waktu. Jadi prioritas pertama menyamaratakan pelayanan publik dulu. Insyaallah, itu cara cepat kami menstandarkan kualitas pelayanan di masyarakat," pungkasnya.

AYO BACA : Jabar Quick Response

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar