Yamaha Lexi

Tanggapan Ridwan Kamil Jadi Dewan Pengarah Tim Pemenangan Jokowi

  Jumat, 21 September 2018   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Ridwan Kamil. (Eneng Reni/ayobandung)

BALAIKOTA, AYOBANDUNG.COM--Setelah Ketua DPD I Partai Golkar Jabar, Dedi Mulyadi resmi ditetapkan sebagai Ketua Tim Kampanye Daerah atau Tim Pemenangan bagi pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Maruf Amin untuk wilayah Jawa Barat, struktur tim kampanye daerah di Jawa  Barat pun telah dibentuk.

Dari sederet nama yang ditetapkan, muncul nama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang rupanya ambil bagian dan duduk di posisi dewan pengarah bersama wakilnya Uu Ruzhanul Ulum.

Sebelumnya, Gubernur Jabar yang baru dilantik 5 September itu memang telah menyatakan dukungannya terhadap pasangan Jokowi-Ma'ruf. Namun, saat itu dirinya belum diajak sebagai tim pemenangan.

AYO BACA : Ridwan Kamil Ajak Anies Baswedan Nonton Persib vs Persija

Kini, setelah ada putusan penetapan struktur tim, pria yang akrab disapa Emil ini mengaku selalu taat aturan. Emil menegaskan, jika ada sesuatu yang ditawari namun melanggar aturan, otomatis akan menolak. Namun sebaliknya, jika aturan itu diperbolehkan, maka bisa jadi dirinya bakal menerima dan tidak masalah.

"Menjadi tim kampanye yang penting mah jangan melanggar aturan. Kalau tidak melanggar saya ikut, kalau melanggar saya tidak ikut. Bentuk melanggarnya misal kayak memanfaatkan jabatan, atau apa," ungkap Emil kepada awak media di Balai Kota Bandung, Jumat (21/9/2018).

Sementara itu, ketika disinggung soal dirinya yang bakal berada satu tim dan bersanding dengan mantan rivalnya di Pilgub Jabar Deddy Mulyadi, Emil mengaku enggan ambil pusing. Pasalnya, dia menilai dalam dunia politik jangan membawa-bawa masa lalu apalagi bawa perasaan alias baper.

AYO BACA : Ini Alasan Para Santri Mendeklarasikan Menjadi Santri Jokowi

"Kenapa sih, selalu dipertanyakan? Kan formasi politiknya sudah berubah. Politik itu enggak boleh baper-an. Masa, masa lalu dibawa-bawa terus," sambungnya.

Dirinya menambahkan, setiap perubahan politik jangan hanya merepresentasikan Pilkada Jabar saja. Lantaran dalam perpolitikan sudah barang tentu ada formasi bahkan dimensi politik baru, baik itu di kontestasi Pilpres maupun Pileg.

"Arahan tim pemenangan jabar, sederhana, ikuti aturan saja karena bagaimana pun saya harus tetap adil sebagai pemimpin. Dulu juga pak Aher melakukan di 2014, kenapa sekarang ramai? Saya kira kita harus adil. Selagi tidak melanggar, saya kira enggak masalah," tandasnya.

Selain Dedi Mulyadi, duduk sebagai sekretaris tim pemenang yaitu Abdy Yuhana. Abdy bekerja sebagai Sekretaris DPD PDIP Jawa Barat. Sementara untuk bendahara dijabat oleh Waras Wasisto, Bendahara DPD PDIP Jawa Barat.

Sedangkan politisi yang menjadi wakil ketua tim pemenangan Jokowi-Maruf Amin di Jawa Barat yaitu Tb Hasanuddin, Saan Mustopa, Syaiful Huda, dan Aceng Fikri. Nama-nama lain yang masuk dalam tim ini yakni dua mantan Gubernur Jabar Solihin GP dan Danny Setiawan yang duduk di dewan penasihat.

Putusan ini resmi berdasarkan SK Nomor: 015/KPTS/TKN-JKWMA/IX/2018 tentang penetapan dan pengesahan tim kampanye daerah Koalisi Indonesia Kerja Provinsi Jawa Barat, Joko Widodo-Ma'ruf Amin untuk pemilihan presiden dan wakil presiden RI tahun 2019. SK itu ditandatangani oleh Ketua Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja, Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Erick Thohir dan Sekretaris Hasto Kristiyanto pada 18 September 2018. 

AYO BACA : Jokowi Ucapkan Selamat kepada Prabowo

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar