Yamaha Mio S

Strategi Pemerintah Dongkrak Wisata Kuliner Indonesia

  Rabu, 19 September 2018   Adi Ginanjar Maulana
Ilustrasi kuliner tradisional.(Dok ayobandung.com)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM—Pemerintah pusat terus memacu kunjungan wisatawan ke Indonesia terutama melalui sektor wisata.

Menteri Pariwisata Arief Yahya memaparkan ada tiga strategi yang dijalankan untuk menarik wisatawan mancanegara melalui wisata kuliner di Indonesia.

Arief menjelaskan peningkatan kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) melalui wisata kuliner tidak mengalami kendala berarti. Namun masih ada pekerjaan rumah yang diselesaikan untuk menarik wisatawan mancanegara melalui kuliner Indonesia.

AYO BACA : Wisata Kuliner Kebon Awi Kaffee

"PR-nya bagaimana menarik wisman ke sini. Yang pertama adalah Indonesia belum memiliki national food. Saya contohkan, kalau Thailand ada Tom Yum, Malaysia dengan nasi lemak. Ini namanya problem of plenty karena punya banyak makanan," kata Arief seperti dikutip dari Antara, Selasa (18/9/2018).

Arief menjelaskan soto ditetapkan menjadi kuliner nasional yang diputuskan oleh lima lembaga/kementerian dipimpin oleh Badan Ekonomi Kreatif. Hal itu karena soto banyak terdapat di sejumlah wilayah Indonesia.

Namun, Kementerian Pariwisata memutuskan sendiri ada lima kuliner nasional, yakni soto, rendang, nasi goreng, sate, dan gado-gado. Bahkan, tiga di antara makanan tersebut telah ditetapkan oleh CNN sebagai World Most Delicious Food.

AYO BACA : Susur Bandung : Cicipi Kuliner di Jalan Cibadak yang Romantis

Strategi kedua untuk meningkatkan wisata kuliner Indonesia adalah menetapkan destinasi kuliner. Kemenpar pun tengah melakukan sertifikasi tiga kota sebagai destinasi wisata kuliner, yakni Bali, Bandung, dan Yogyakarta.

"Tahun 2018 saya harapkan Bali sudah jadi destinasi kuliner, dan bisa di-copy ke Bandung," kata Menpar.

Kemudian, cara ketiga meningkatkan kuliner Indonesia adalah dengan melakukan co-branding pada restoran-restoran Indonesia yang sudah ada di luar negeri.

Menpar mengakui bahwa tidak banyak restoran Indonesia di luar. Restoran yang berkembang pesat justru restoran makanan Thailand dengan sekitar 16 ribu lebih outlet, apalagi restoran makanan China dan Jepang yang tidak bisa dihitung.

"Strateginya saya ubah dengan co-branding restoran. Kemenpar berkewajiban mempromosikan restoran tersebut. Kita bekerja sama dengan pengusaha restoran itu, sudah saya tanda tangan waktu rakor," kata Arief.

AYO BACA : Festival Kuliner Keuken No.9 Hebat

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar