Yamaha Aerox

Unpad Tak Mempermasalahkan Calon Rektor dari MWA

  Selasa, 18 September 2018   Fathia Uqimul Haq
Logo Unpad. (unpad.ac.id)

DIPATIUKUR, AYOBANDUNG.COM--Universitas Padjadjaran (Unpad) menyatakan tidak mempermasalahkan adanya calon rektor dari Majelis Wali Amanat (MWA), karena sesuai dengan aturan. Hal ini terkait rumor adanya MWA yang masuk ke dalam calon rektor.

Seperti diketahui, MWA Unpad memilih dan menetapkan tiga calon Rektor Unpad periode 2019-2024. Ketiga calon rektor antara lain Aldrin Herwany (Fakultas Ekonomi dan Bisnis), Atip Latipulhayat (Fakultas Hukum), dan Obsatar Sinaga (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik).

Direktur Tata Kelola dan Komunikasi Publik Unpad Aulia Iskandarsyah mengatakan calon rektor dari MWA merupakan hal  wajar dan diperbolehkan, tapi harus memenuhi syarat antara lain bergelar doktor dan lektor kepala. 

"Klausul terakhir, siapa pun yang mencalonkan harus mengajukan cuti kalau ada jabatan struktural," katanya, Selasa (18/9/2018).

Menurutnya, masyarakat sudah cerdas dan sadar meski ada isu rekam jejak yang bermasalah dari calon rektor. Isu yang berkembang bukan jadi halangan selama belum ada kepastian hukum yang jelas.

AYO BACA : Unpad Bantah Temuan BPK

"Semua sudah melalui tahap seleksi administrasi, tes kesehatan, dan uji kompetensi. Semua rekam jejak bahkan curriculum vitae (CV) bisa dilihat terbuka di situs resmi Unpad," jelasnya. 

Sejak Unpad berubah menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH), MWA mengatur pemilihan dan pemberhentian rektor. Namun MWA akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai mufakat. "Kalau enggak sampai mufakat, enggak ketemu juga ya sudah voting," ujarnya. 

Dia menuturkan pemilihan rektor dilihat dari banyak hal, tidak hanya sebatas hasil pemeriksaan dan rekam jejak. Rencananya, calon rektor menyampaikan visi dan misi di depan Senat Akademik dan Dewan Professor pada 21 September 2018.

Sementara itu, Anggota MWA Unpad Hikmat Kurnia mengatakan segala pertimbangan telah dilakukan dari seleksi administrasi dan rekam jejak masing-masing calon. 

"Isu yang berkembang dipasti punya kepentingan masing-masing. Saya sebagai bagian dari Unpad harus menjadikan pilrek (pemilihan rektor) ini kondusif," ujarnya. 

AYO BACA : FEB Unpad Akan Gelar Digital Innovation Summit

MWA sebagai lembaga yang memiliki kewenangan memilih rektor baru telah mencapai mufakat untuk menetapkan tiga calon rektor. Hikmat mengharapkan rektor terpilih mendatang yakni sosok yang ingin memajukan Unpad.

"Tidak usah disibukkan dengan yang enggak jelas, enggak baik juga buat Unpad. Masalah rekam jejak jadi pertimbangan pasti jadi pertimbangan,"  kata dia. 

Hikmat mengatakan semua elemen harus menjaga suasana pemilihan rektor agar kondusif.

"Mending Unpad bersinergi, bersatu untuk kepentingan kemajuan," jelasnya. 

Dosen Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Unpad, Wawan Budidarmawan (44) mengatakan ketiga calon rektor yang sudah ditetapkan memenuhi persyaratan. 

Wawan menilai proses pemilihan rektor memang penuh dinamika merupakan hal wajar. 

"Selama itu benar dan sesuai aturan tidak menjadi masalah," katanya.

AYO BACA : Unpad Dorong Penataan Seribu Kampung Kabupaten Bandung

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar