Yamaha

Perang Dagang AS-China Membahayakan Jawa Barat?

  Selasa, 18 September 2018   Netizen
Ilustrasi perang dagang AS-China.(Reuters)

Amerika Serikat menerapkan sanksi lagi dalam bentuk tarif impor sebanyak 10% atas produk-produk impor buatan China senilai US$20 miliar. Sanksi baru ini mulai berlaku pada 24 September 2018, dan akan ditambah lagi menjadi 25% mulai 1 Januari 2018.

Presiden Donald Trump mengumumkan sanksi itu pada Selasa (18/9/2018) WIB atau Senin waktu Amerika Timur. Katanya, sanksi ini diberlakukan demi kesehatan jangka panjang dan kemakmuran ekonomi negara.

Tarif  yang ketiga ini akan mempengaruhi ribuan barang-barang mulai dari tas hingga makanan laut impor dari China. Sebelumnya, Trump sudah dua kali mengenakan tarif impor dan dibalas China dengan perlakuan yang sama.

Untuk pertama kali, Trump memberlakukan tarif baru atas produk impor dari China senilai US$ 50 miliar, pada Jumat, 16 Juni  2018.  Pemberlakuan terbagi dalam dua tahap. Tahap pertama berlaku mulai 6 Juli 2018,  dalam mana  tarif 25% dikenakan pada 818 produk China senilai US$ 34 miliar. Di antaranya produk-produk konsumsi seperti, telepon selular, dan televisi.

Pemberlakuan tahap kedua, 25%, terhadap berbagai produk sepeda motor, perlengkapan teknik, semikonduktor, produk-produk kimia, plastik dan skuter elektrik  senilai US$16 miliar diberlakukan pada 23 Agustus 2018.

Dunia Cemas

AYO BACA : Mendag Sebut Revolusi Industri 4.0 Ubah Perdagangan Dunia

Pemerintah China melancarkan balasan dengan memberlakukan tarif yang setara dan nilai yang sama. Beijing pun berjanji akan membalas pemberlakuan tarif baru yang mulai berlaku pada 24 September tersebut.

Aksi saling berbalas itu merugikan kedua pihak karena hubungan investasi dan perdagangan telah membuat bisnis mereka saling terkait.Perusahaan AS seperti Apple misalnya, mendirikan pabrik di China yang biaya produksinya rendah dan produknya dikirim ke AS. Sementara itu, sektor pertanian AS berbesar hati sebab sepertiga dari total produknya dibeli China namun kini dikenai tarif impor baru oleh China.

Berdampak ke Jawa Barat?

Perang dagang raksasa ekonomi dunia ini mencemaskan sebab dampaknya ke mana-mana, termasuk ke Indonesia. Ekspor Indonesia ke kedua negara terpengaruh, begitupun ekspor ke negara ketiga. Mengingat bukan mustahil perekonomian di negara ketiga  ikut melemah.

Seorang menteri perekonomian Jepang, pada Selasa (18 Setember 2018) merasa khawatir. Sejumlah 32 ribu perusahaan Jepang beroperasi di China dan produknya sebagian besar diekspor ke Amerika Serikat

Badan Pusat Statistik ( BPS) menyebut nilai ekspor tahunan Indonesia pada 2017 mencapai US$168,73 miliar atau sekitar Rp2.260,98 triliun dengan kurs Rp 13.400/US$, naik 16,22% dibanding tahun  2016.

AYO BACA : Indonesia-Amerika Bakal Naikkan Nilai Perdagangan 50 Miliar Dolar AS

Untuk provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$ 29,18 miliar, Jawa Timur  US$18,43 miliar  dan Kalimantan Timur US$17,63 miliar.

Menurut data Kementerian Perindustrian (Kemenperin), lebih dari 24 kawasan berada di Jawa Barat. Lebih banyak dibandingkan dengan jumlah kawasan industri di Kepulauan Riau, Banten dan Jawa Tengah. Luas kawasan industri di Jabar itu lebih dari 14,3 ribu hektar.

Kawasan industri Cikarang di Bekasi, dikabarkan terluas dan terbesar di Asia Tenggara dengan lebih dari 2.000 pabrik dengan investor dari sekitar 25 negara.

Penanaman modal di provinsi Jawa Barat umumnya bersifat padat karya. Jadi dapat dibayangkan berapa tenaga kerja yang ditampung industri mobil, sepeda motor, tekstil, alas kaki, makanan, dan lain-lain.

Sekalian produk industri tidak semuanya diekspor, tetapi pelemahan rupiah akibat perang dagang tersebut juga melemahkan daya beli konsumen di Tanah Air hingga membuat pabrik-pabrik tertekan.  

Dampak negatif perang dagang China-Amerika Serikat pantas dikhawatirkan karena dampaknya meluas dan mendalam. Bila sebuah pabrik di kawasan industri bangkrut, maka biaya kontrakan buruh tak terbayar. Warung makan kehilangan konsumen. Pedagang sayur, tahu tempe mengeluh. Sentra-sentra pertanian tekena dampaknya, demikian pula peternak ayam.

Farid Khalidi     

AYO BACA : Jokowi Sebut Ekonomi Global Seperti Film Avenger

Netizen :

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar