Yamaha Mio S

Jabar Quick Response, Program Cepat Tanggap ala Jabar

  Selasa, 18 September 2018   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Peluncuran Porgram Jabar Quick Response di Gedung Sate, Selasa (18/9/2018). (Eneng Reni)

AYO BACA : Dari Semur Hingga Bubur, Sembilan Sajian Menu Program Paslon Rindu

AYO BACA : Sekda Jabar: Pemprov Serius Kelola Program Desa Wisata

DIPONEGORO, AYOBANDUNG.COM--Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa barat (Jabar) meluncurkan program cepat tanggap untuk menampung berbagai keluhan, aspirasi, dan permasalahan sosial warga. Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyampaikan, program ini merupakan realisasi kerja untuk menampung aspirasi warga dari program 100 hari kerjanya.

"Jabar Quick Response ini bagian dari program 100 hari kerja. Memperbaiki tata cara negara menolong warganya," ungkap Ridwan Kamil usai peluncuran Porgram Jabar Quick Response di Gedung Sate, Selasa (18/9/2018).

Program ini pun, kata dia, nantinya akan dikhususnya untuk memberikan pertolongan sosial, emerjensi, dan membantu warga yang berkesusahan. Melalui program ini, warga bisa melaporkan keluhan dari diri sendiri, tetangga, atau juga saudaranya.

Program ini pun bakal menanggapi berbagai permasalahan sosial masyarakat yang betul-betul membutuhkan pertolongan cepat tanggap, seperti membantu warga yang tidak memiliki makanan, rumah tidak layak atau hampir roboh, tidak memiliki biaya berobat, dan sebagainya yang bersifat darurat.

"Termasuk untuk bantuan pendidikan seperti anak yatim. Pokoknya, apapun permasalahnya bisa lapornya dari berbagai sistem," kata pria yang akrab disapa Emil itu.

Ia menyebutkan, Jabar Quick Response bisa dilaporkan melalui akun media sosial seperti Facebook (FB), Twitter, Instagram (IG), atau hotline dan SMS. Seluruh medsos itu akan dikelola pemerintah dan berkolaborasi dengan kelompok kemanusiaan yang ada di Jabar. Dengan begitu, masyarakat bisa dengan mudah melapor melalui sosial media dengan kata kunci Jabar Quick Response atau melalui pesan singkat yang tertera di akun sosial media.

"Ada nomor SMS bagi yang gaptek, yang sudah pakai smartphone bisa pakai Instagram, Twitter, Facebook. Ini adalah cara yang mudah-mudahan jadi keunggulan, agar tak ada lagi jarak antar-warga dan pemerintah," jelasnya.

Emil pun menyakinkan, program ini akan mengoordinasikan jajaran pemerintah provinsi Jabar. Tak hanya itu, program ini bakal menggunakan sumber daya pendanaan dari berbagai pihak yang dikelola secara profesional.

"Kalau sifatnya program lewat pemerintah, yang sifatnya kemanusiaan, biasanya (anggaran) dari dana sedekah, infak, CSR, macem-macem," ujarnya.

AYO BACA : Uu Bakal Prioritaskan Pembangunan Sarana Olahraga di Jabar

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar