Yamaha Lexi

Begini Curhat Warga yang Tinggal di Atas Rel Kereta

  Senin, 17 September 2018   Nur Khansa Ranawati
Rel kereta api yang lama tak digunakan menghiasi permukiman padat penduduk di Kelurahan Cibangkong, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, Senin (17/9/2018). (Khansa/ayobandung)

CIBANGKONG, AYOBANDUNG.COM--Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil berencana mengaktifkan kembali sejumlah jalur kereta api lama di Jawa Barat. Salah satunya adalah jalur kereta Bandung-Banjaran-Ciwidey. Namun, jalur-jalur tersebut lama tidak beroperasi. Bahkan, beberapa wilayahnya telah berubah menjadi pemukiman warga.

Salah satunya adalah para warga RW 5 Kelurahan Cibangkong, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung. Deretan rumah warga berjajar di sepanjang rel kereta. Beberapa bahkan membangun rumahnya persis si tengah-tengah rel.

ayobandung.com menelusuri gang padat penduduk tersebut pada Senin (17/9/2018) sore menjelang malam. Suasana hangat menjelang Magrib terasa sepanjang jalan. Sebuah masjid yang paling besar di kawasan tersebut mulai dipenuhi warga dan anak-anak yang bersiap untuk beribadah, sebagian lain asyik nongkrong sambil menikmati jajanan kaki lima di sekitar masjid.

Besi-besi rel kereta tampak mencuat di beberapa sisi jalan, namun kebanyakan telah tertutup semen. Salah satu warga sekitar tengah memarkirkan motornya. ayobandung.com menghampirinya untuk berbincang perihal aktivasi jalur kereta yang—bila terealisasi—kemungkinan besar akan berimbas pada tempat tinggalnya.

“Ya kalau menurut saya sih, nggak masalah. Asal jangan sampai ada pembongkaran. Yang penting kan kereta bisa jalan,” jelas wanita yang kerap disapa Sri ini.

Rumahnya memang tidak berada di atas rel, namun berada tepat di sebelahnya. Menurutnya, ia sudah terbiasa dengan bising kereta api kalaupun harus tinggal bersebelahan dengan rel.

AYO BACA : PT KAI Bidik Reaktivasi 4 Jalur di Jabar

Namun, bila harus dibongkar, ia pun tidak merasa keberatan. “Ya nggak apa-apa kalau dibongkar, asal ya dikasih tempat lagi. Ya selayaknya saja, gimana bagusnya aja,” ungkapnya.

Pendapat tersebut juga senada dengan yang diungkapkan dua warga lainnya, Ridwan, yang tinggal tak jauh dari Sri, mengatakan bahwa dirinya siap jika harus ada pembongkaran.

“Gimana ya, bingung juga. Ini juga tanah PJKA sih. Ya, gimana ramenya aja,” jelasnya yang sehari-harinya berjualan pulsa di depan rumah.

Ia mengaku telah tinggal di kawasan tersebut sejak 1993. Menurutnya, wacana aktivasi jalur kereta tersebut juga telah menjadi pembicaraan umum sejak 2002. “Tapi realisasinya belum juga, nggak tahu kalau sekarang,” ungkapnya.

Rumahnya berada tepat di depan rel kereta, dan di belakang rumahnya adalah halaman kuburan warga. “Walaupun nggak langsung kena rel, tapi nanti saya keluar rumah dari mana,” jelasnya seraya tertawa.

Sama halnya dengan yang diungkapkan Neni. Wanita paruh baya tersebut tengah memasak ketika ayobandung.com mampir ke rumahnya. Sehari-harinya ia membuka warung nasi.

AYO BACA : Gubernur Jabar Akan Bentuk Pemerintahan Baru di KBU

Meski warung nasinya tersebut berada tepat di atas rel kereta, namun ia mengaku tidak khawatir. “Sok aja, nggak apa-apa. Mau gimana lagi, gimana baiknya pemerintah saja,” jelasnya.

Tak jauh dari rumah Neni, terdapat lapangan yang tengah dipakai warga untuk menyaksikan pertandingan Persib melalui proyektor. Lapangan tersebut juga terletak sangat dekat dengan rel kereta.

Cecep Johara, sang ketua RW 05 Kelurahan Cibangkong tengah duduk di antara warga. Ia kemudian bercerita tentang pandangannya bila suatu saat para warga—termasuk dirinya harus menjadi warga terdampak aktivasi rel.

“Kalau menurut pendapat saya, dan khususnya warga RW 05, tidak apa-apa. Warga yang menuntut ya pasti ada. Tapi saya sudah bilang ke warga untuk bersiap-siap ngumpulin uang. Ini kan bukan tanah pribadi. Milik pemerintah,” jelasnya.

Ia mengatakan, dirinya sudah menghadiri undangan dari Camat setempat yang merupakan instruksi langsung dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, untuk berkumpul di Sasana Budaya Ganesha.

Kumpul-kumpul tersebut tak lain merupakan sosialisasi rencana aktivasi rel kereta di empat jalur. Daerahnya termasuk salah satu kawasan yang dilalui jalur tersebut.

“Gubernur Ridwan Kamil ikut hadir, dari pidatonya, ia bilang bahwa jalan kereta api yang nonaktif mau dijalankan lagi,” jelasnya.

Namun, belum ada bahasan mengenai apakah warga terdampak akan diberi kompensasi atau tidak.  

AYO BACA : Disiplin, Solusi Perlintasan Sebidang Kereta Api

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar