Yamaha NMax

Ayo Bangkitkan Pariwisata Jabar!

  Kamis, 13 September 2018   
Wisatawan menungjungi oyek wisata Kawah Putih. (Hengky Sulaksono/ayobandung)

Sekelompok wartawan Indonesia diajak meninjau obyek pariwisata di Singapura beberapa tahun lalu. Kunjungan itu berakhir dengan senyum, namun tetap menghargai upaya pemerintah setempat menarik wisatawan.

Yang diperlihatkan antara lain Taman Safari yang tak ada apa-apanya dibandingkan dengan Taman Safari di Cisarua.

Sebenarnya tak banyak obyek wisata yang dimiliki, tetapi promosi yang menarik membuat orang asing datang. Setiap tahun sekitar 18 juta turis berkunjung ke negara kota itu. Kebanyakan berasal dari Indonesia.

Definisi wisatawan saat ini sangat luas. Ia menyangkut mereka yang ingin melihat pemandangan alam dan obyek budaya, berobat, sekadar berbelanja, menghadiri konferensi, atau menengok saudara. Kalau pelancong, adalah mereka yang singgah kurang dari 24 jam seperti penumpang kereta api, kapal pesiar, atau pesawat terbang.

Berawal dari Terminal  

Di Singapura, kenyamanan berawal dari terminal Bandara Changi  yang lapang, bersih, sejuk, dan warnanya tak menyolok mata. Letak toko-tokonya juga diatur seperti tak ada persaingan. Di terminal itu juga ada air terjun buatan, kebun binatang, dan banyak lagi.

Jalan raya menuju pusat kota lebar dan rindang. Pengguna lalu lintas teratur berkat penerapan hukuman yang ketat. Kebanyakan mobil yang lalu lalang berjenis

sedan, tak ada motor, truk, apalagi mobil pengangkut ternak. Bus juga ada, sekualitas kendaraan serupa di Bandara Soekarno-Hatta.

AYO BACA : Melihat Indahnya Kota Bandung dari Kaki Gunung Manglayang

Banyak negara yang sekarang memanjakan turis. Di kompleks terakota, provinsi Shaanxi, China, pemerintah setempat membuat toilet yang dilengkapi akuarium sepanjang hampir dua meter dan seorang petugas kebersihan.

Akuarium berlokasi di pintu masuk hingga dari luar bangunan toilet itu seperti rumah penduduk.

Negara-negara yang sudah maju sekali pun masih saja berupaya menarik turis sebanyak-banyaknya. Korea Selatan, China, Jepang, Australia, Selandia Baru, bahkan negara-negara Eropa. Yang mereka tawarkan umumnya wisata alam serta peninggalan masa lalu.

Pengelola pariwisata di negara-negara di atas rata-rata sudah tertata. Turis Indonesia cukup mengeluarkan uang di Tanah Air dan tinggal terima beres. Hebatnya, fasilitas bagi backpacker tourist atau piknik cuma berdua, semua fasilitas bisa dipesan sebelum berangkat. Tak bakal ditipu.

Manfaatnya Luas dan Dalam    

Sektor pariwisata telah menjadi sumber pendapatan yang dirasakan langsung industri penerbangan, perhotelan, transportasi darat, pemandu wisata, UMKM sampai petani pemasok sayur, dan ternak. Pariwisata menciptakan ribuan tenaga kerja secara langsung maupun tida k langsung.

Bagi pelaku bisnis pariwisata, modal utamanya adalah keinginan menyenangkan orang lain cukup dengan bersikap ramah, salam, murah senyum, dan jujur. Bagi pedagang, jangan melulu cari untung.

Kabupaten Banyuwangi

AYO BACA : Ini Waktu yang Tepat untuk Berwisata ke Kawah Putih

”Pariwisata memang terbukti menjadi sektor paling cepat dalam menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujar Azwar Anas, Bupati Banyuwangi beberapa waktu lalu.

Turis domestik yang ke Banyuwangi meningkat dari 497.000 di 2010 menjadi 4,01 juta di 2017. Adapun kunjungan wisatawan mancanegara dari 5.205 orang pada 2010 menjadi 91.00 orang pada di 2017, dengan pendapatan devisa Rp546 miliar, berdasar perhitungan Kementerian Pariwisata.

Pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor wisata tahun 2017 mencapai Rp22 miliar, padahal targetnya Rp19 miliar.  Tahun 2018 targetnya ditetapkan Rp29 miliar.

Pendapatan per kapita penduduk naik dari Rp20,8 juta pada 2010 menjadi Rp41,6 juta per orang pada tahun lalu. Penambahan pendapatan itu memang buan hanya dari pariwisata saja, tetapi kontribusinya cukup besar.

Wisata Jabar ?

Tiap kabupaten di Jawa Barat punya keunikan sendiri, tinggal bagaimana mengolahnya.Targetnya tidak perlu wisatawan asing, cukup turis domestik

Menurut data Badan Pusat  Statistik (BPS) Jabar tahun 2016, Kabupaten Bandung berada di urutan pertama karena didatangi 867.000 wisatawan mancanegara (wisman) dan 5.583.468 wisatawan nusantara (wisnus). Subang di urutan kedua dengan 748.972 wisman dan 3.477.300 wisnus. Bogor di peringkat ketika dengan 228.913 wisman dan 4.955.079 wisnus.

Kabupaten-kabupaten lain seperti Ciamis, Tasikmalaya, Garut, dan Cirebon masih jauh. Padahal banyak yang bisa ditawarkan. Mulai dan bangkitlah!

Farid Khalidi

AYO BACA : 5 Tempat yang Wajib Kunjungi di Geopark Ciletuh

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar