Yamaha NMax

Ayo Pengusaha! Manfaatkan Pertemuan IMF-Bank Dunia di Bali

  Rabu, 12 September 2018   
Logo IMF.(Reuters)

Beruntunglah para pengusaha Jawa Barat yang sudah mempunyai hubungan bisnis dengan mitranya di Provinsi Bali. Berbagai jenis produk mereka akan dibeli para peserta pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF)–Bank Dunia di Bali bulan depan. Perolehan laba pun sudah membayang.

Pertemuan itu akan berlangsung pada 8-14 Oktober 2018. Sejumlah 15.000–18.000 peserta dari 189 negara anggota IMF-Bank Dunia akan hadir. Jumlah yang terlibat makin banyak jika para pendukung yang ribuan banyaknya juga dihitung.

Keragaman peserta dan pendukung juga berarti keragaman selera terhadap produk. Tebal dan tipis isi kantong menentukan daya beli. Kalau tebal umumnya ke Ubud. Kalau kurang tebal ke Sukawati atau tempat lain. Yang pasti semua jenis dan produk punya konsumen.

Banyak pihak memperkirakan, termasuk panitia, jumlah uang yang beredar akan mencapai sedikitnya Rp6,9 triliun. Porsi terbanyak tentu mengalir ke perhotelan, transportasi dan tak kurang banyaknya untuk pembelian atau produk-produk UMKM sebab bisa mencapai  Rp1 triliun.

Hampir semua provinsi sudah memasang kuda-kuda untuk sekadar memamerkan atau menjual berbagai produk unggulan karena panitia setempat menyediakan ruang untuk pengusaha. Para pengusaha, terutama UMKM dibantu pemerintah daerah, BUMN, BUMD, dan perwakilan pemerintah pusat di daerah seperti Bank Indonesia.

Panitia menganjurkan para peserta pameran mempersiapkan diri selengkap-lengkapnya. Mulai dari produk yang berkualitas, kemasan yang sedap dipandang plus sertifikat halal dan data kandungan gizi. Jangan lupa menyediakan business card atau kartu nama yang dilengkapi alamat email, Twitter, dan lain-lain untuk e-commerce.

Peluang besar juga ada di luar pameran. Peserta maupun pendukung memerlukan produk-produk konsumsi, seperti beraneka ragam sayur, buah-buahan, dan hasil laut. Provinsi Bali tidak mungkin dapat memenuhi sekalian kebutuhan itu. Buah-buahan yang paling diminati, termasuk manggis.

Peluang untuk Jabar

Kesempatan untuk memamerkan dan menjual produk-produk made in Jabar terbuka bukan alang kepalang. Provinsi Jawa Barat memiliki jumlah dan jenis UMKM yang tergolong banyak di Indonesia. Industri makanan-minuman, anyaman, olahan kayu, gerabah/keramik, industri tenunan, bordir, dan pakaian sudah dikenal di mana-mana.

Waktu yang tersisa satu bulan lagi, mungkin dianggap terlambat apalagi jika terkait pengurusan perizinan. Hanya karena pusat-pusat penjualan tidak hanya di seputar kawasan Nusa Dua saja, maka peluang itu masih terbuka lebar.

Peserta konferensi atau pendukung biasanya tak tahan dengan godaan untuk melawat ke sejumlah objek wisata di luar Nusa Dua. Hari pertama konferensi boleh jadi masih betah di ruangan konferensi, tetapi di hari lain sudah keluyuran melihat tari kecak di Desa Batu Bulan, Gianyar atau ke kawasan Kuta.     

Farid Khalid

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar