Yamaha Aerox

Nikmatnya Menyantap Bebek Tepi Sawah Ubud di Bandung

  Selasa, 11 September 2018   Fathia Uqimul Haq
Sajian Bebek Tepi Sawah Ubud di Paskal Hyper Square, Bandung. (Fathia Uqim/ayobandung).

PASIR KALIKI, AYOBANDUNG.COM--Warga Bandung yang terpikat dengan Bebek Tepi Sawah Ubud, Bali tidak perlu terbang ke Pulau Dewata untuk mencicipinya karena Bebek Tepi Sawah sudah membuka gerai yang berlokasi di Paskal Hyper Square pada Senin (10/9/2018). 

Interior yang hijau, segar, berpadu dengan warna alam hijau dan coklat membuat suasana Bebek Tepi Sawah seperti di Bali. Keadaannya yang tenang dan "hidup", menyejukkan para pengujung sembari menunggu sajian datang.

Bebek Tepi Sawah sudah memiliki 21 gerai. Kota Bandung menjadi gerai ke-21 yang dibuka oleh Tunik, generasi keempat yang menggenggam resep turun temurun. Soal rasa, Tunik bisa menjamin tidak berbeda dengan Bebek Tepi Sawah di Ubud. Supaya masyarakat Bandung yang pernah makan di sana bisa melepas rindu dengan sajian bebek ala Bebek Tepi Sawah di Paskal Hyper Square.

Tunik bercerita usahanya ini merupakan turun-temurun. Mulai dari buyutnya, sampai Tunik telah membawa usaha ini ke Bandung. Resep tiga sambal yang menjadi andalan menjadi pembeda dari bebek-bebek lainnya. Ketenaran Bebek Tepi Sawah tentu membawa pengusaha lain berlomba membuka gerai bebek.

“Justru itu bagus karena yang lain jadi semangat untuk berusaha bebek juga,” kata Tunik, Senin (10/9/2018).

Tunik memiliki resep rahasia dari ibunya yang dibawa ke meja dapur Bebek Tepi Sawah. Bebeknya yang cukup besar disajikan dengan tiga jenis sambal ke dalam piring. Nasi putih dengan porsi cukup ditabur bawang merah goreng biar mewangi hingga mulut.

Sajian Bebek Tepi Sawah dituangkan dalam piring berlapis daun pisang. Tidak lupa lalapan kemangi, kol, tomat, dan timun dihidangkan beserta pecel kacang panjang. Santapan siang semakin nikmat dengan bebek yang besar dan empuk hingga ke dalam.

Tunik datang dari keluarga seniman. Setiap detailnya dia perhatikan baik dari menu, bahan, dan interior yang dipulas di gerainya. Semua disuguhkan supaya masyarakat yang pernah ke Ubud bisa melepas rindu ke Bebek Tepi Sawah Bandung. 

“Bahannya pun kita datangkan langsung dari Bali,” ujarnya.

Antusiasme yang besar membuat Tunik terus mengembangkan Bebek Tepi Sawah. Banyak pelancong yang sering meminta supaya Bebek Tepi Sawah hadir di Bandung. Lantas, Tunik mewujudkannya di Kota Kembang.

Meski datang dari Ubud, Tunik ingin bebek menjadi bagian dari kuliner nusantara. Bukan Cuma khas Bali, tetapi Bebek Tepi Sawah adalah kuliner kebangggan Indonesia.

“Kita fleksibel, jika di daerah selain Ubud ingin menyajikan menu kotanya, semua bisa ikut peran serta. Enggak Cuma Bali,” kata dia.

Tunik tidak menutup kemungkinan bisa bekerja sama dengan pihak yang ingin mengembangkan Bebek Tepi Sawah di kota lain. Dia berharap supaya suasana Bali dan kota-kota lainnya bisa digabungkan agar menjadi ciri khasnya masing-masing.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar