Yamaha Aerox

Mencicipi Kuliner Nikmat di Gang Nikmat

  Senin, 10 September 2018   Nur Khansa Ranawati
Salah satu menu makanan di Gang Nimat, Jln. RE Martadinata, Kota Bandung. (Nur Khansa/ayobandung).

JALAN RE MARTADINATA, AYOBANDUNG.COM—Bila orang Samarinda mendengar kata “Gang Nikmat”, barangkali sebagian dari mereka akan mengernyitkan dahi atau tertawa geli. Pasalnya istilah tersebut merujuk pada daerah lokalisasi di bilangan jalan Sentosa, Samarinda.

Namun, berbeda halnya dengan “Gang Nikmat” versi Kota Bandung. Tempat yang terletak di sela deretan kafe jalan Riau ini menyuguhkan berbagai sajian kuliner yang bisa jadi benar-benar terasa nikmat di lidah.

Gang Nikmat adalah salah satu kedai kopi dan makanan teranyar di Bandung. Meski baru berdiri selama empat bulan, namun sejumlah kursi yang disiapkan selalu dipenuhi pengunjung.

Bahkan, pada suatu malam ketika ayobandung.com mampir, beberapa calon pelanggan nampak mengurungkan niatnya untuk melipir, karena tidak ada lagi tempat yang tersedia.

Bangunan Gang Nikmat memang terbilang mungil dan sederhana yang terdiri atas sepetak tempat makan indoor, pantry sekaligus kasir, serta dua set meja dan kursi outdoor.

Meski demikian, tak perlu meragukan kualitas makanannya. Pasalnya, sang "perumus" menu-menu makanan yang ada memiliki latar belakang pendidikan di bidang kuliner.

Menu makanan berat yang tersedia meliputi ayam gulung isi telur asin plus acar timun, teri pedas honje, hingga ikan bakar tantan. Semua masakan dilengkapi bumbu racikan sendiri dan pelengkap seperti chilli oil.

ayobandung.com memesan salah satu menu yang direkomendasikan, yakni ayam gulung telur asin. Menu ini bisa dibilang "modifikasi" dari makanan yang tengah tren di Bandung, yakni salted egg chicken.

Sang empunya kedai sekaligus peracik menu, Sandhi Yuda, mengatakan bahwa ia ingin menghadirkan sesuatu yang lain, tak sekadar mengikuti tren.

“Semua orang bikin salted egg chicken, tapi sebenarnya (menu tersebut) nggak hanya bisa dibuat seperti itu saja,” jelasnya.

Tekstur ayam bakarnya empuk sekaligus garing di kulit. Kemudian, telur asin di dalamnya menambah kegurihan rasa.

Bagi Sandhi, membuat menu makanan harus melalui proses sebagaimana membuat karya. Tidak bisa terburu-buru dan harus mencerminkan dirinya.

Kurasi bahan terbaik

Ia mengatakan bahwa untuk memilih bahan baku makanan saja, dirinya harus butuh banyak waktu untuk menimbang-nimbang. Seperti beras, misalnya. Ia memutuskan untuk menggunakan beras dari Ciparay, hasil olahan petani berpengalaman.

“Walaupun cuma nasi, tapi nasi itu fundamental banget. Jadi kenapa sih, nggak pakai bahan-bahan yang bagus,” jelasnya.

Hal tersebut juga berlaku untuk bahan lainnya. Tepung yang digunakan untuk ayam gulung memakai tepung sagu dari Kendari yang kerap dieskpor ke Jepang.

“Buat saya sih, bikin yang bagus aja. Meskipun tidak semua bilang bagus, tapi setidaknya saya pilih yang terbaik,” ungkapnya.

Gang Nikmat dapat Anda kunjungi di Jalan R.E. Martadinata (Riau) nomor 205, dari pukul 11 siang hingga 10 malam.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar