Yamaha Mio S

Fenomena Bandung Kota Dakwah

  Kamis, 06 September 2018      Netizen
Kajian di Masjid Agung Trans Studio Bandung./Fadil Ibnu Ahmad

Fenomena Bandung sebagai Kota Dakwah dimulai dari Masjid Daarut Tauhid (DT) yang didirikan oleh ustaz kondang, KH. Abdullah Gymnastiar.

Dalam setiap kajiannya, Masjid DT berhasil menyedot ribuan jamaah dari dalam dan luar kota. Jamaah yang sebagian besar anak-anak muda ini meluber hingga ke jalan dan pertokoan sekitar masjid.

Bahkan sampai menajdi ikon wisata religi di Kota Bandung sampai menggema ke Negara tetangga. Walaupun sempat mengalami keterpurukan, akan tetapi Daarut Tauhid kembali menggeliat dengan pesona dakwah Manajemen Qolbu nya.

Awal 2015 mulai muncul masjid-masjid yang melakukan kajian Islam atau tabligh akbar rutin bulanan bahkan pekanan.

Sebut saja nama Masjid Al-Lathiif. Masjid yang terletak di Jalan Suren, Bandung, ini rutin menggelar kajian 2 hingga 3 kali dalam sepekan. Salah satu kajian bahkan dilaksanakan pada waktu yang tidak biasa, Sabtu malam.

Namun siapa sangka, di waktu yang biasa dipakai untuk melepas penat itu justru Masjid Al-Lathiif dipenuhi ribuan jamaah dengan mayoritas anak muda. Masjid ini pun dikenal seantero tanah air khusus dikalangan anak muda.

Anak muda yang hadir di kajian Masjid Al-Lathiif ini bukanlah anak muda yang sudah saleh dan sudah paham ilmu agama.

Banyak dari mereka yang baru pertama kalinya ikut kajian agama. Bahkan hanya sekedar ikut-ikutan atau iseng karena diajak teman. Penulis termasuk yang pertama hadir ke sana karena ajakan teman tanpa tahu siapa dan apa isi materi kajiannya.

Lalu kemudian tertarik dan akhirnya rutin mengikuti kajian di sana. Dari jamaah anak muda yang rutin mengikuti kajian di Masjid Al-Lathiif, kemudian banyak sekali yang mendapat hidayah dan akhirnya memantapkan diri untuk hijrah menuju jalan Allah.

Dari sinilah muncul istilah “Pemuda Hijrah” yang kemudian menjadi komunitas pemuda yang mencintai kajian di masjid-masjid. Komunitas Pemuda Hijrah ini sudah terkenal di seluruh Indonesia. Mereka sesekali mengadakan kajian diluar Kota Bandung.

Salah satu yang membuat anak muda tertarik mengikuti kajian adalah hadirnya sosok ustaz muda dan gaul, sebut saja Ustaz Hanan Attaki dan Ustaz Evie Efendi. Mereka berhasil menyesuaikan materi dakwah dengan kebutuhan anak muda dari berbagai kalangan yang awalnya minim pengetahuan agama. Dengan semangat dakwah yang mengajak bukan mengejek, merangkul bukan memukul.

Ketika dahulu kala masjid identik dengan orang tua bahkan yang sudah sepuh, maka tidak demikian dengan masjid di Kota Bandung. Saat ini banyak sekali kajian-kajian di masjid yang mayoritas dihadiri justru oleh anak muda.

Keberhasilan dakwah ala anak muda ini seolah menginspirasi komunitas lain untuk membuat kajian serupa.

Dengan prinsip dakwah saling mengisi dan melengkapi, maka saat ini masjid-masjid di Kota Bandung begitu padat dengan jadwal kajian.

Menurut admin @infokajian_bdg, akun Instagram khusus info kajian di Bandung Raya, setiap akhir pekan tidak kurang dari 60 postingan kajian yang mereka rilis. Bahkan jika dirata-ratakan dalam satu bulan bisa mencapai lebih dari 600 info kajian yang mereka rilis. Karena kajain bukan hanya di akhir pekan tapi hampir setiap hari ada posting kajian.

Kota Bandung tidak hanya populer dengan wisata kuliner dan fashion, tetapi juga menjadi destinasi wisata religi. Penyelenggara kajian di masjid-masjid ini dari berbagai komunitas, ormas, ataupun kelompok pengajian.

Semua “berlomba” dalam hal kebaikan untuk menyebarkan ilmu agama Islam. Tidak peduli apa “manhaj” nya, semua saling mengisi kebutuhan akan ilmu agama bagi masyarakat yang ada di Kota Bandung khususnya.

Di Bandung pula, kota paling aman untuk dakwah. Walaupun berbeda aliran dakwah tidak ada usaha saling mengadang satu sama lain. Jadi jika anda berkunjung ke Kota Bandung sempatkan lah menikmati wisata religi yang hampir pasti selalu ada di masjid-masjid kecil maupun besar.

Fenomena “Bandung Kota Dakwah” ini, bukan tidak mungkin menjadi suatu gerakan moral bagi generasi muda Islam dalam membangun peradaban. Bandung kini telah menjadi Kota Dakwah, semoga dari Kota Bandung sinyal kebangkitan Islam dipancarkan ke seluruh penjuru dunia.

Penulis : Muhamad Rikiansyah

Penikmat Kajian di Bandung

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar