Yamaha Lexi

Menyeruput Kopi dan Roti Gandum di Warung Kopi Udinwati

  Senin, 03 September 2018   Fathia Uqimul Haq
Dian Irawati, empunya Warung kopi Udinwati tengah mengolah adonan roti gandum. (Fathia Uqim/ayobandung).

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM--Banyak cara untuk menikmati senja. Salah satunya duduk ditemani secangkir kopi dan roti gandum bersama sahabat atau keluarga tercinta. Sambil menunggu matahari tenggelam, di tengah Kota Cimahi ada sebuah warung kopi yang estetik hasil sulapan dari sebuah garasi mobil. 

Namanya Warungkopi Udinwati. Berawal dari sepetak ruangan depan garasi dan teras yang diiisi beberapa pasang kursi. Dimulai pada 2013, kini Udinwati telah menjadikan lahan belakang garasi menjadi dapur, rak buku, dan beberapa pasang meja dan bangku. Pengunjung dapat menyaksikan live cooking sang juru masak atau jika sedang beruntung, Dian Irawati, pendiri Udinwati sedang mengolah adonan roti gandum. 

Cita-citanya membuat warung kopi dan roti membuat Dian setiap hari beraksi. Membeli bahan dan kopi sampai sekarang punya alat sangrai sendiri. Dia tak menyangka bisa seperti ini. Permintaan konsumen membuat Udinwati semakin besar dan bertambah kualitas.

“Dulu kopinya masih dari kopi Aroma, atau kopi kapal selam. Rotinya juga dari Djie Seng,” kata Dian belum lama ini.

AYO BACA : Empat Brand Kopi Legendaris Khas Bandung

Semakin mendalami kopi, semakin dekat pula dengan hulu di mana kopi berasal. Ketika dekat dengan petani, Udinwati sekarang mengambil Green bean sampai disangrai sendiri. Dari alat sangrai mini, sekarang alat sangrai besar telah hadir di sudut garasi. 

“Konsumen suka pada minta, bisa enggak beli kopinya saja. Akhirnya kami menyediakannya,” ujarnya.

Kopi dengan berbagai asal kemudian diolah sendiri membuat kopi asal Udinwati menjadi segar. Petani asal Palasari, Bandung Utara, Cililin, dan Kerinci menjadi sumber tetap kopinya Udinwati. Metode seduhnya sama seperti warung kopi lain. Vietnam drip dan manual brew selalu menjadi andalan.

“Kita juga menyediakan minuman nonkopi, seperti Chocofrozz, Kombucha, Greentea latte,” kata perempuan asal Cimahi itu.

AYO BACA : Kopi Puntang Jawara di Kompetisi Kopi Level Dunia

Uniknya, chocofrozz buatan Dian berbeda dari minuman coklat lainnya. Karena ingin berbeda dari yang lain, Dian membuat Chocofrozz dari coklat, rempah-rempah, bubuk kayu manis, bubuk cabai, dan krimer. “Kepikiran coba-coba pakai bubuk cabai terinspirasi dari film kartun, pas dicobain eh enak juga,” katanya.

Ada yang spesial dari Udinwati, yaitu roti gandum yang dibuat langsung oleh tangan Dian. Awal mula stok roti Djie Seng tidak terpenuhi membuat Dian harus bergerak mengadonnya sendiri.

“Bikin roti bisa tiga hari sekali. Roti gandumnya polos untuk diolah jadi roti panggang diisi beberapa macam rasa,” jelasnya.

Di warung kopi ini ada pertandingan membuat kopi dengan berbagai metode. Kompetisi itu disebut Tarung Tinyuh. Sebuah kompetisi yang dibuat untuk ajang silaturahmi dan latihan bagi para pencinta kopi supaya bisa melatih diri untuk ke jenjang berikutnya.

“Tarung tinyuh ini bisa jadi ajang latihan untuk kompetisi besar selanjutnya. Kita menghadirkan juri-juri juga supaya bisa jadi pengalaman dan pembelajaran,” ujarnya.

Warungkopi Udinwati buka setiap hari kecuali Minggu setiap pukul 15.00 sampai 22.00 WIB. Lokasinya terletak di Jalan Abdul Halim no 17 Cigugur Tengah, Cimahi.

AYO BACA : Menyesap Cerita di Kopi Toko Djawa

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar