Yamaha

Bawaslu Jabar: Banyak ASN Tidak Netral saat Pilkada

  Kamis, 30 Agustus 2018   Mildan Abdalloh
Ilustrasi ASN.

TURANGGA, AYOBANDUNG.COM--Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Barat mengkritisi banyaknya Aparatur Sipil Negraa (ASN) yang tidak netral saat Pilkada serentak 2018 lalu.

Komisioner Bawaslu Jabar, Zaki Hilmi, mengatakan sesuai dengan Undang-Undang ASN harus netral dalam pemilu. Namun saat Pilkada serentak 2018 lalu masih banyak pegawai negara yang tidak netral.

"Ada 54 kasus pelanggaran Pilkada yang melibatkan ASN," tutur Zaki.

Modus yang dilakukan oleh ASN tersebut adalah menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan salah satu pasangan calon kepala daerah, mobilisasi ajakan di internal lingkungan kerja, dan modus lainnya.

Kendati demikian, sampai seluruh tahapan Pilkada serentak rampung, tidak ada satupun ASN yang mendapat sanksi tegas, seperti penurunan jabatan atau pemberhentian.

"Bawaslu hanya meneruskan laporan pelanggaran, yang mempunyai kewenangan memberikan sanksi itu KASN," ujarnya.

Namun, rekomendasi yang diberikan Bawaslu kepada KASN banyak yang tidak ditindaklanjuti.

"Paling hanya diberi teguran saja, tidak ada yang sampai diturunkan jabatan atau diberhentikan," ujarnya.

Dia berharap kedepan ASN yang tidak netral dalam Pemilu bisa ditindak lebih tegas.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar