Yamaha Aerox

Kaki Palsu Dibayar Sayuran dan Dua Ekor Ayam

  Kamis, 23 Agustus 2018   Fathia Uqimul Haq
Indra Sumedi sedang membuat pesanan kaki palsu di bengkel Kelompok Kreativitas Difabel, Kamis (23/8/2018). (Fathia Uqim/ayobandung)

KAWALUYAAN, AYOBANDUNG.COM--Tiga orang difabel Anwar Permana, Iwan Ridwan, dan Indra Sumedi resah dengan harga kaki palsu yang mencapai belasan juta. Harga yang selangit tersebut membuat asa untuk mendapatkan kaki palsu pudar. 

Namun dari keresahan tersebut, mereka akhirnya bersepakat mendirikan Kelompok Kreativitas Difabel (KKD). Mereka membuat kaki palsu dengan kualitas yang sama seperti dijual di rumah sakit, namun dengan harga yang terjangkau. Tak jarang, pembelinya adalah kalangan tidak mampu.

Suatu ketika, KKD pernah didatangi oleh orang yang mengharap kaki palsu gratis namun bayaranya hanyalah dua ekor ayam. 

"Pernah juga sekarung sayuran sampai pot kembang," kata Ketua KKD, Anwar Permana, kepada ayobandung.com, Kamis (23/8/2018)  

Dia sadar, banyak orang yang harus menerima takdir tanpa tangan atau kaki dari kalangan menengah ke bawah. KKD sejak awal berniat ingin membantu sesama difabel supaya bisa berjalan dengan kaki palsu. Oleh sebab itu, KKD punya sistem subsidi silang setiap bulan untuk menyalurkan satu kaki palsu. 

"Setiap tiga atau empat kaki palsu terjual, kami berikan satu kaki palsu gratis untuk yang membutuhkan," ujarnya. 

Syaratnya melampirkan KTP, KK, dan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). 

Kaki palsu buatan KKD dihargai Rp500 ribu sampai Rp6 juta. Dari segi bahan, KKD membuatnya dari bahan pvc, paralon, stainless steel, fiber, nilon, dan alumunium. Bahan tersebut, tak kalah dengan kaki palsu di rumah sakit.

Hasil karya kaki palsu buatan KKD ini membutuhkan uji coba selama satu tahun. Sejak tahun 2011, kaki palsu KKD akhirnya dipasarkan. 

Indra menjelaskan kaki palsu mahal sebab sudah masuk ke Rumah Sakit. Sehingga dia memberikan alternatif lain bagi difabel lain yang tak cukup dana supaya bisa membeli kaki atau tangan palsu dengan harga terjangkau. 

"Bedanya juga itu produksi pabrikan," terangnya. 

Kebanyakan pemesan berasal dari luar Pulau Jawa. Mereka datang dari Kalimatan, Sumatera, hingga perbatasan Malaysia. Anwar menilai kaki palsu buatan pengrajin dengan harga miring masih sedikit di luar Jawa. Tak heran, pemesanan daring pun dilakukan. Bahkan, banyak pemesan datang dari jauh untuk mendatangi KKD sekadar memesan kaki palsu. 

"Ada yang datang jauh dari luar kota, enggak punya uang ingin kaki palsu gratis karena dia ingin membahagiakan istri dan anaknya. Soalnya anaknya suka diejek teman-teman sekolah bahwa ayahnya enggak punya kaki," kenang Anwar. 

Lantas, KKD membuat kaki untuk lelaki itu. Dia memang hanya punya uang ongkos pergi ke Bandung dan kembali ke asalnya. Setelah selesai, dia kegirangan dan kembali ke kampung halaman.

"Pas sudah sampai sana, dia menelfon kalau istri dan anaknya bahagia," tutur Anwar. 

Bukan sekali dua kali, KKD banyak membantu sesama difabel. Hingga akhirnya KKD pun disorot di berbagai media dan dikenal seantero nusantara.

"Pembeli kita sudah dari Sabang sampai Merauke," katanya. 

Proses pembuatan kaki palsu bisa memakan satu minggu. Paling cepat, kaki dibuat selama dua hari.  

Kelebihan membeli kaki palsu di KKD, pembeli bisa memodifikasi bahkan memperbaiki jika ada kerusakan. Berbeda jika membeli dari rumah sakit. 

Kini KKD sudah memproduksi lebih dari 1000 kaki palsu. Dalam delapan tahun perjalanannya, KKD sudah menampung banyak cerita, pengalaman, dan hikmah yang berbeda dari setiap orang. Kebahagiaan difabel yang memiliki kaki palsu menjadi hal terindah untuk KKD. 

Harapan KKD adalah memiliki bengkel tetap dan khusus supaya orang-orang mudah mencari tempatnya. 

"Soalnya kita sudah enam kali berpindah -pindah cari kontrakan yang murah. Kita di Kawaluyaan saja baru tiga bulan," terangnya. 

Kendala dana dan donatur yang silih berganti membuat KKD tak punya finansial yang mumpuni untuk membeli sebuah tempat. 

"Karena uang dari penjualan kami bagi-bagi untuk bayar kontrakan, subsidi silang, bahan, dan pengrajin," kata dia.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar