Yamaha Lexi

Mahasiswa Telkom dan UPI Buat Alat dan Paket Wisata Kriya Plered

  Selasa, 21 Agustus 2018   Fathia Uqimul Haq
Sejumlah mahasiswa Telkom University, UPI, dan mahasiswa internasional dari Korea dan Malaysia membuat alat untuk mempercepat proses pembuatan keramik di Desa Anjun, Kecamatan Plered, Purwakarta. (Fathia Uqim/ayobandung)

PURWAKARTA, AYOBANDUNG.COM--Telkom University berkolaborasi dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) membangun industri keramik Plered Purwakarta melalui transfer teknologi dan kepariwisataan. 

Bersama sejumlah mahasiswa internasional seperti dari Pusan National University, Daegu Catholic University, dan Universiti Teknologi Mara Malaysia, mereka membuat alat untuk meningkatkan kapasitas produksi gerabah dan keramik, serta mempromosikan Plered dengan modifikasi wisata kriya.

Pembimbing KKN Internasional, Reiza Miftah, mengatakan mahasiswa Telkom University dan Pusan National University Korea membuat alat dan transfer teknologi sebagai upaya mendidik masyarakat menggunakan teknologi tepat guna. 

“Mereka merancang alat untuk mempersingkat proses pembuatan keramik,” kata Reiza kepada ayobandung.com, Selasa (21/8/2018).

Fakultas Teknik Telkom University dan Pusan National University membuat alat penghalus proses pembuatan keramik yang bermula dari bambu menjadi berbahan stainless steel. Kemudian, mereka membuat gerobak pembawa keramik yang semula digendong oleh para pekerja, kini mereka bisa mendapatkan gerobak dorong supaya lebih efektif dan tidak banyak peluang keramik pecah.

“Dari sisi teknologinya, mereka membuat rangka dari stainless steel pada alat pengeringan yang sebelumnya dari bambu,” katanya.

Pembaharuan ini membuat proses kerajinan keramik dan gerabah semakin cepat dan efektif. Selain itu, alat pun menjadi lebih awet daripada berbahan bambu.

Prodi Kepariwisataan UPI yang terdiri atas Manajemen Resort dan Leisure, Manajemen Pemasaran Pariwisata, Manajemen Industri Katering, beserta UiTM Malaysia dan Daegu Catholic University mempromosikan Plered dengan modifikasi wisata kriya, famtrip, mendesain ulang brosur, pembuatan rompi pemandu wisata, dan inventarisasi kegiatan di media sosial.

“Kami menarik kunjungan wisatawan dengan modifikasi paket wisata kriya yang disertai promosi di media sosial,” kata Reiza.

Hal ini dilatarbelakangi oleh Plered yang semakin terpuruk akibat adanya Tol Cipularang. Sejak 2008 hingga saat ini, kawasan Plered yang didominasi oleh pengrajin keramik dan gerabah terus melemah sehingga jarang masyarakat yang sengaja datang untuk berwisata atau membeli hasil karya warga Plered, Purwakarta.

Sepuluh mahasiswa pariwisata ini memodifikasi wisata kriya dengan perbaikan pelayanan. Mereka melatih sejumlah pengurus di bawah UPTD Litbang Dinas KUKM Purwakarta seperti pelayanan, jasa, dan cara menarik wisatawan datang ke Plered.

“Kami beri sentuhan welcome drink dengan kopi jahe di teko dari gerabah, makanan tradisional asal Purwakarta seperti wajit atau ali agrem,” katanya.

Kemudian, mereka membuat brosur dengan empat macam bahasa, yaitu Bahasa Indonesia, Korea, Malaysia, dan Inggris. Di dalam brosur terdapat sejarah singkat produksi keramik warga Plered, fakta menarik, proses pembuatan keramik, destinasi lainnya yang terdekat,dan informasi terkait harga wisata kriya.

Kegiatan ini dalam rangka pengabdian masyarakat dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional. KKN diikuti oleh 60 mahasiswa Telkom University, 10 mahasiswa UPI, dan belasan mahasiswa internasional lainnya.

Salah seorang pengrajin, Yusuf (41) mengaku terbantu dengan adanya bantuan teknologi tepat guna. Pekerjaan keramiknya dapat lebih mudah dan efektif akibat solusi yang ditawarkan oleh para mahasiswa.

“Terus adanya paket wisata ke Plered juga jadi hal yang bagus buat kami para pengrajin supaya tidak sepi lagi pengunjung,” katanya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar