Yamaha NMax

Perjalanan Sang Gigolo Penyebar Video Porno

  Jumat, 10 Agustus 2018   Mildan Abdalloh
FS alias Farid (kanan) saat diinterogasi kepolisian di Mapolda Jabar, Jumat (10/9/2018). (Mildan/ayobandung)

AYO BACA : Sebar Video Adegan Mesum, Gigolo Dibekuk Polisi

AYO BACA : Sebar Adegan Mesum, Gigolo Dibekuk Polisi

GEDEBAGE, AYOBANDUNG.COM--Dengan wajah ditutup topeng, FS alias Farid menceritakan kisahnya menjadi pemuas nafsu wanita. Pria 26 tahun tersebut kehilangan keperjakaannya selepas lulus SMP oleh teman dari ibu kandungnya sendiri.

"Awalnya diajarin (berhubungan intim) sama teman ibu saya," ucap FS di Mapolda Jabar, Jumat (10/8/2018).

Pengalaman yang diberikan oleh teman ibu kandungnya tersebut menjadikan Farid terjun ke dunia yang bagi sebagian orang menjijikan. Dia menjadi gigolo atau lelaki bayaran pemuas nafsu sampai beberapa waktu lalu.

Pada awalnya, dia tidak mudah mendapat pelanggan. Dia harus pergi ke Mall ternama di Kota Bandung terlebih dahulu. Di pusat perbelanjaan tersebut banyak tante-tante girang yang mencari lelaki pemuas nafsu. "Dulu hanya di BIP, sekarang hampir di setiap Mall di Bandung ada yang mencari," ujarnya.

Walaupun tidak secara detail, Farid menyebut ada kode-kode tertentu untuk bisa mendapat pelanggan. Salah satunya adalah mengenakan pakaian rapi dan nongkrong di Mall. Perempuan berumur lebih dari 35 tahun yang menjadi sasaran. Biasanya perempuan tersebut nongkrong di foodcourt pusat perbelanjaan sambil merokok.

Para lelaki pemuas nafsu biasanya mendekati perempuan-perempuan berumur dengan ciri-ciri tersebut. "Nanti si TG (tante girang) memberikan kode," ucapnya.

Kode yang dimaksud adalah kedipan. Jika sudah mendapat sinyal tersebut, Farid biasanya langsung mendekatinya dan berkenalan.

Tidak butuh waktu lama, mereka lantas pergi ke hotel. Paket short time menjadi pilihan. Dalam waktu satu sampai dua jam Farid harus memuaskan nafsu wanita yang haus akan kehangatan dan belaian pria.

Untuk setiap kali "ngamar" Farid mengaku dibayar sesuai kesepakatan, bahkan pada awal-awal perjalanannya dia bersedia dibayar hanya dengan uang Rp100.000 saja. "Bayaran tertinggi Rp10 juta," ucapnya.

Setelah mempunyai banyak pengalaman, Farid mengaku sampai saat ini lebih dari 30 orang telah dilayaninya, kebanyakan mereka adalah wanita yang sudah berumur lebih dari 35 tahun.

Dia juga membuat akun media sosial dengan nama Farid Sang Gigolo untuk memperluas pasar. Dengan keperkasaannya, perempuan-perempuan tersebut terus meminta layanan khususnya.

Farid mengaku, dia tidak menggunakan obat-obat atau ramuan khusus untuk bisa bertahan lama di atas ranjang. "Mengendalikan pikiran saja. Jangan fokus pada adegan, memikirkan hal lain saja," ungkap Farid membuka sedikit rahasia kekuatan kejantanannya.

Walaupun pelanggannya merupakan wanita haus nafsu dan tidak jarang berkelompok, namun Farid mengaku enggan untuk dijadikan piala arisan. Arisan merupakan hal yang banyak terjadi pada kelompok-kelompok tante girang.

Penyakit menjadi alasan Farid enggan dijadikan piala bergilir pelanggannya. "Biasanya kalau dijadikan arisan, salah satu wanitanya telah mengidap HIV," ucapnya seraya menyebut dia tidak biasa menggunakan pengaman.

Dengan profesi sebagai pemuas nafsu banyak orang, Farid mengaku risiko tertular penyakit kelamin selalu ada. Oleh sebab itu, pemeriksaan secara rutin selalu dilakukannya.

Saat usianya sudah melewati 25 tahun, dia ingin menikah. Hingga akhirnya dia bertemu dengan GSP yang dikenalnya di media sosial.

Namun, niat baik tersebut dilakukan dengan cara yang tidak benar. Gadis berusia 13 tahun tersebut dirayunya untuk ditiduri. Dengan bujuk rayu, GSP bersedia melayani tersangka.

Namun, Farid merekam adegan ranjang dengan GSP menggunakan ponsel-nya. Video tersebut dijadikan alat untuk menekan gadis yang masih duduk di bangku SMP tersebut untuk selalu melayaninya. Ancaman akan menyebarkan video menjadi senjata utamanya.

Belakangan, video panas tersebut disebarkan Farid. Polisi kemudian menangkapnya. Saat ini, tersangka harus menghadapi ancaman pasal berlapis, mulai dari Undang-undang perlindungan anak sampai Undang-Undang ITE.

AYO BACA : Empat Alasan Industri Film Porno Jepang Lebih Maju Ketimbang AS

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar