Yamaha Aerox

MUI akan Lakukan Pertemuan dengan Ustaz Evie

  Jumat, 10 Agustus 2018   Anggun Nindita Kenanga Putri
Ustadz Evie Effendie saat memberikan ceramah di Masjid Al Multazam, Selasa (29/5/2018)

BUAH BATU, AYOBANDUNG.COM--Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat mengirimkan surat kepada Ustaz Evie Effendie, terkait polemik isi ceramahnya beberapa waktu yang lalu.

Dalam satu isi ceramahnya, Evie menyebutkan bahwa Nabi Muhammad pada awalnya sesat. Ia mengutip ayat 7 pada Surat Ad-Dhuha. Saat ceramah ia menyebutkan Muhammad sebelum menjadi nabi adalah sesat. Oleh karena itu, dia mempertanyakan tradisi Maulid Nabi yang biasa dilakukan masyarakat di Indonesia. 

Rencananya, MUI bersama Ustaz Evie akan menggelar pertemuan pada Senin (13/8/2018) di kantor MUI Jawa Barat. Dalam kesempatan itu, pihak MUI bakal melakukan konfirmasi kepada Ustaz Evie mengenai polemik isi ceramah tersebut.

AYO BACA : Pembunuh Ustaz Prawoto di Cigondewah Dituntut 6,5 Tahun Penjara

“MUI sudah mengajukan surat ke Evie Effendi untuk tabayyun dulu. Jadi dijelaskan dulu nanti tujuannya apa lalu bagaimana yang sesungguhnya terjadi,” kata Ketua MUI Jawa Barat, Rahmat Syafei, Jumat (10/8/2018).

Meski belum berkomunikasi langsung dengan Ustaz Evie, namun Rahmat memastikan surat tersebut telah diterima oleh pihak perwakilan dari ustaz yang kini menjadi idola para remaja itu.

“Belum ada komunikasi dengan Ustaz Evie. Tapi barusan dapat kabar manajernya sudah menghubungi dan surat itu sudah sampai di tangannya. Jadi nanti tunggu saja sampai hari Senin. Kami akan lakukan diskusi,” ujarnya.

AYO BACA : Kisah Ustaz Evie Effendie dalam Buku

Rahmat pun mengimbau kepada para ulama agar bisa berhati-hati lagi dalam menyampaikan isi ceramahnya. Khususnya dengan memperhatikan cara penyampaian isi ceramah kepada masyarakat.

Hal ini bertujuan agar masyarakat tidak mendapatkan tafsir ataupun informasi yang salah dari isi ceramah yang disampaikan oleh pemuka agama.

“Enggak hanya Ustaz Evie, kasus seperti ini memang ada saja ditemukan. Jadi semoga semua pemuka agama bisa menyampaikan isi ceramah dengan cara yang benar. Memperhatikan cara penyampaiannya. Juga jangan lupa para ulama untuk tetap menggali informasi, dan lebih banyak membaca lagi untuk referensi ilmu,” tuturnya.

Sementara itu, Ustaz Evie akhirnya menyampaikan permintaan maaf menyusul banyaknya reaksi dari masyarakat. Ustaz Evie akhirnya buka suara lewat video yang diunggahnya di akun Instagram miliknya @evieeffendi. Berikut permintaan maafnya:

"Dengan menyebut nama-Mu Ya Allah kami bertawakal, berikhtiar dengan pernyataan ini. Saya bersaksi tiada Illah kecuali Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah mutlak pilihan Allah dan utusan Allah sebagai Rahmatan lil Alamin untuk kami para umatnya. Saya Evie Effendie manusia biasa yang saya nyatakan saya bersalah karena di satu ceramah saya, saya menyatakan Muhammad sebelum diangkat nabi tersesat tapi maksudnya bukan itu.

Kalaupun itu sudah dianggap sebagai pernyataan dan sudah
publish, mohon maaf atas kesalahan saya dengan pernyataan itu. Kepada ormas Islam. Muhammadiyah, Persis, NU atau apapun ormas Islam, atas nama pribadi saya memohon maaf semoga ini menjadi hikmah dan pelajaran bagi siapapun agar berhati-hati melisankan suatu terlebih agama. Dengan kejadian ini saya belajar banyak bahwa saya dhoif akan ilmu agama maka tolong bimbing saya, tuntun saya lebih bijak, lebih arif menyampaikan pesan-pesan agama yang jadi tanggung jawab kita semua.

Apakah memaafkan saya? Apakah jemaah di sini memaafkan saya? Terima kasih semoga ungkapan amalnya menjadi amal saleh. Semoga Allah mengampuni seluruh kesalahan dosa apapun itu bentuknya sengaja tidak sengaja, kecil besar, sadar tidak sadar. Semoga Allah mengampuni."

AYO BACA : Orang Gila Cari Ustaz di Cinunuk, Polisi: Itu Hoax

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar