Yamaha Mio S

Serunya Bermain Boardgame, Dapat Kenalan Baru dan Tertawa Lepas

  Jumat, 10 Agustus 2018   Fathia Uqimul Haq
Boardgame Congkak Fun Factory

CIBEUNYING KALER, AYOBANDUNG.COM—Boardgame, sebuah permainan kartu dan papan yang dimainkan oleh dua orang atau lebih, memiliki esensi luar biasa terhadap sesama manusia untuk saling berinteraksi.

Ada keterikatan satu sama lain, tertawa bersama, dan saling mengadu strategi supaya menang di permainan tersebut.

Hadirnya dunia digital saat ini membuat ikatan antarmanusia merenggang. Adanya gawai dan berbagai aplikasi media sosial bak pisau bermata dua.

Positifnya bisa mendekatkan yang jauh, tetapi menjauhkan yang dekat. “Ketika di chatting nulis kata haha tapi enggak ketawa beneran,” kata Hamzah Al Farabi, pencipta Boardgame Congkak Fun Factory, kepada ayobandung.com belum lama ini.

Hamzah dan temannya, Vicky Belladino (28) adalah orang dengan hobi bermain boardgame sejak kuliah pada 2008 silam. Industri boardgame di Indonesia terbilang masih baru, tak seperti masyarakat di Eropa dan Amerika yang menjadikan boardgame adalah permainan keluarga usai makan malam.

“Di sana setiap malam mereka mematikan televisi untuk bermain boardgame se-keluarga. Dari ayah, ibu, anak, sampai nenek kakeknya ikut bermain boardgame. Sehingga ada ikatan yang terjalin satu sama lain,” ujarnya.

Pada 2015, Hamzah dan Vicky mengikuti kompetisi Boardgame Challenge Indonesia. Sebuah kompetisi pembuatan Boardgame yang mengantarkan mereka berdua atas nama Congkak Fun Factory berhasil merebut juara ketiga se-Indonesia. “Waktu itu kita buat boardgame Perjuangan Jomblo,” katanya.

Setahun setelahnya, Hamzah dan Vicky kembali memenangkan kejuaraan di Boardgame Challenge Indonesia dari Kompas sebagai juara pertama. Mereka membuat boardgame berjudul Candrageni.

Candrageni adalah boardgame jawara Kompas Ring of Fire Boardgame Challenge. Mereka menyebut Candrageni sebagai proyek Roro Jonggrang. Semua proses kreatif mulai dari konsep, desain, hingga perakitan purwarupanya dikerjakan hanya dalam tempo dua minggu, sebelum diikutkan lomba.   

Satu lagi, hasil karya Hamzah dan Vicky adalah Boardgame Kakak Teladan. Karyanya berhasil masuk menjadi nomine Best Boardgame 2018.

Kakak Teladan: Episode Belanja adalah permainan kartu yang ditujukan bagi anak-anak mulai usia delapan tahun hingga orang dewasa. Permainan berbasis ingatan ini menuntut pemain memerankan seorang anak yang diminta tolong ibunya berbelanja namun meninggalkan daftar belanjaannya.

Sepanjang permainan, pemain harus mengucapkan kembali daftar belanjaan yang ada sambil tetap mengingat pesan ibu. Pemain yang salah menyebutkan hingga lima kali dianggap tidak benar dan menjadi pemain yang kalah.

“Kakak Teladan dibuat selama hampir dua tahun,” kata Hamzah.

Pada dasarnya Boardgame dibuat untuk mengisi sesi kumpul seru bersama kerabat, teman-teman, dan keluarga. Selain untuk bersenang-senang, boardgame menjadi sarana edukasi, strategi, belajar perhitungan, bahkan keuangan. “Sekarang pemerintahan seperti KPK saja sedang membuat boardgame sendiri sebagai prototipe korupsi,” terangnya.

Hingga kini, Congkak Fun Factory memiliki tiga boardgame, yakni Perjuangan Jomblo, Candrageni, dan Kakak Teladan. Harga Kakak Teladan sendiri dibanderol Rp100.000. Sedangkan dua lainnya bisa ditemukan di toko buku besar dengan kisaran harga Rp230.000 sampai Rp480.000.

“Boardgame paling banyak diminati yang Perjuangan Jomblo. Kebanyakan masih di Pulau Jawa peminat terbesar Boardgame kami,” ujarnya.

Alumni mahasiswa Manajemen Universitas Telkom ini pun menekankan bahwa boardgame memiliki manfaat dan dampak luar biasa kepada pemain. Seperti cara hidup jujur dan antikorupsi, menyelamatkan lingkungan, ekosistem, kebudayaan, dan lain-lain sesuai tema boardgame tersebut.

“Bahkan sekarang sudah ada Boardgame Kafe, di mana orang bisa nongkrong sambil main bareng. Sudah ada di Makassar, Aceh, Jogja, Surabaya, di Bandung juga sudah ada baru buka,” kata dia.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar