Yamaha Mio S

Nenek Tua 96 Tahun Jadi Vokalis Band Metal

  Senin, 06 Agustus 2018   Arditya Pramono
Inge Ginsberg. (traileraddict.com)

AMERIKA SERIKAT, AYOBANDUNG.COM--Biasanya seorang nenek tua menghabiskan waktu menikmati hari sambil santai di rumah. Namun, hal itu tidak terjadi dengan seorang nenek 96 tahun bernama Inge Ginsberg. 

Siapa sangka nenek berusia senja itu merupakan pentolan band beraliran death metal, Tritonekings. 

Inge memiliki pengalaman yang cukup mengesankan. Dia dibesarkan di Austria namun harus hijrah ke Swiss lantaran meletusnya perang Dunia II dan Holocaust. Inge bersama suaminya pun terpaksa harus tinggal di kamp pengungsian sebelum pada akhirnya memulai hidup baru di Hollywood, Amerika Serikat. 

Di Hollywood, Inge menjadi seorang penulis lagu untuk penyanyi terkenal di masanya seperti Nat King Cole, Doris Day, and Dean Martin.

AYO BACA : Band Heavy Metal Judas Priest Undang Jokowi Nonton Konsernya

Tak puas dengan kehidupannya sebagai penulis lagu, dia pun akhirnya memilih pensiun. 

"Semua palsu. Jadi aku pilih keluar," katanya. 

Kemudian Inge mengisi hari tuanya dengan menulis puisi dan lagu. Namun, dia kembali frustasi dan tidak puas dengan hal yang dia lakukan. 

Uniknya, seorang musisi bernama Pedro De Siva memberikan saran yang nyentrik ke Inge. Saat Inge menulis sebuah lirik lagu tentang darah dan kematian, Pedro yakin bahwa Inge cocok menjadi vokalis band death metal. 

AYO BACA : Metal yang Lucu

"Saat musim panas. Aku baca lirik lagu buatanya dan aku pikir ini lirik lagu death metal yang bagus," jelasnya. 

Keduanya pun membentuk Band Tritonekings dengan sejumlah kru lainya. Di Tritonekings, Inge adalah vokalis dan penulis lagu sedangkan Siva adalah komposer musik. 

Tritonekings telah berpartisipasi dalam sejumlah ajang pencarian bakat. Di antaranya Switzerland's Got Talent dan America's Got Talent.

"Saat aku ikut kompetisi seperti pencarian bakat,  jutaan orang bakal mendengarnya di YouTube," ucapnya. 

Inge memiliki pesan filosofis di tiap penggalan lirik lagunya seperti jangan hancurkan apa yang tidak bisa dibangun ulang dan manusia tak bisa menghindari kematian jadi tertawalah. 

"Aku suka tersenyum. Ketika miskin atau kaya, aku tetap tersenyum. Ketika mengingat bisa lepas dari Holocaust, aku tersenyum," ujarnya.

AYO BACA : Nenek 87 Tahun Ini Masih Elastis dan Lentur Lho

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar