Yamaha Aerox

Produk Karung Goni Asal Bandung yang Melanglangbuana ke Luar Negeri

  Kamis, 12 Juli 2018   Anggun Nindita Kenanga Putri
Produk tas yang terbuat dari karung goni di Rumah Karung Goni, Bandung. (Anggun Nindita/ayobandung)

SUKALUYU, AYOBANDUNG.COM--Apa yang kamu pikirkan ketika mendengar karung goni? Pasti yang terbayang adalah tempat untuk menampung bahan, semisal semen atau beras. Atau, karung goni yang digunakan sebagai alat perlombaan dalam perayaan 17 Agustusan.

Tapi jangan salah, di tangan tiga orang pemuda asal Bandung, karung goni disulap menjadi sesuatu yang menarik. Mereka bertiga adalah Muhammad Fariz Adisukmawan (26), Ahmad Fajri (28), dan Rubi Perkasa Untung Awie (28). Sejak tahun 2014, ketiganya membikin karung goni “naik kelas” lewas bisnis yang dinamai Rumah Karung Goni.

Kisah ini bermula pada 2009 silam. Kala itu, ketiganya masih duduk di tingkat akhir studi akuntansi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Untuk mengisi tugas akhir, ketiganya memutar otak untuk menghasilkan kreasi bisnis yang berbeda. Lantas, dipilihlah karung goni sebagai lini bisnis. Soalnya, saat itu penggunaan karung goni di masyarakat masih sangat terbatas.

"Awalnya cuma jual bahan dari karung goni. Kemudian ada yang minta dibuatkan pouch (dompet kecil). Tapi tidak disangka, mereka puas dengan hasil yang kami bikin. Lantas kenapa enggak dilanjutkan saja?" kata Fajri saat ditemui ayobandung, Kamis (12/7/2018)

Bisnis Rumah Karung Goni benar-benar dimulai dari nol. Bahkan untuk memulai bisnisnya ini, ketiganya menggunakan modal yang berasal dari kocek sendiri. Tak pernah sedikitpun ketiganya meminjam atau meminta modal, baik kepada keluarga atau perbankan.

Kini, perjalanan Rumah Karung Goni sudah memasuki tahun keempat. Mereka telah memiliki studio di Jalan Gagak, Sukaluyu, Bandung. Di tempat inilah, berbagai produk karung goni dipamerkan. Mulai dari pouch, tote bag, tas ransel, tas laptop, dan tas selempang. Tersedia juga berbagai pakaian, sendal, dan sepatu yang terbuat dari karung goni.

Bahan baku karung goni yang digunakan tidak sembarang. Fajri dan kawan-kawan langsung mendatangkan karung goni dari India dan Pakistan.

Selain memasarkan produknya di studio, Rumah Karung Goni juga menerima pesanan custom. Konsumen bebas memesan produk sesuai dengan desain dan ukuran yang diinginkan. Rata-rata pesanan custom ini berupa suvenir atau pernak-pernik untuk pernikahan.

Perlahan, Rumah Karung Goni mulai melirik bisnis penyewaan barang atau properti. Umumnya penyewaan dari karung goni ini digunakan sebagai pajangan. "Rata-rata untuk photoshoot atau pajangan di beberapa acara," ujar Fajri.

Merambah ke Pemasaran Daring

Setelah sukses membuka studio, kini Rumah Karung Goni mulai merambah ke pemasaran lewat toko daring. Rumah Karung Goni sekarang telah memiliki rumah virtual sendiri sebagai tempat jual beli produknya. Selain itu, Rumah Karung Goni juga membuka lapaknya di berbagai platform marketplace.

Dengan pemasaran daring ini, Rumah Karung Goni mampu memperkenalkan produknya ke berbagai daerah yang ada di Indonesia, tak hanya sebatas di Bandung atau Jawa Barat. "Untuk yang pesan online ada dari Aceh sampai Papua," kata Fajri. Bahkan, kini produknya pun sudah sampai ke luar negeri, seperti Belanda dan Australia. "Iya ada yang pernah pesan suvenir sampai keluar negeri jumlahnya hingga 600 buah," tuturnya.

Meski bisnis produk karung goninya ini telah memperlihatkan hasil signifikan, tapi Fajri sadar bahwa saat ini beberapa usaha dengan produk serupa semakin bermunculan.

Untuk itu, Rumah Karung Goni bakal terus melakukan inovasi dan kreasi tanpa henti. Kepuasan pelanggan jadi hal yang penting bagi mereka.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar