Yamaha Aerox

PPDB Sistem Zonasi Dinilai Merugikan

  Rabu, 11 Juli 2018   Mildan Abdalloh
Puluhan orang tua siswa saat mendatangi Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung, Jalan A Yani, Selasa (10/7/2018). kedatangan ratusan orang tua siswa tersebut untuk menuntut informasi soal aturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018 yang dianggap kacau serta mengeluhkan sistem zonasi yang menyebabkan anak-anak mereka tidak bisa masuk ke SMPN yang mereka tuju. (Irfan Alfaritsi/ayobandung)

JALAN AHMAD YANI, AYOBANDUNG.COM--Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan sistem zonasi dinilai merugikan oleh orang tua siswa. Hal tersebut karena tidak semua daerah bisa dijangkau oleh sekolah Negeri terdekat, sebab ruang kelas tidak cukup untuk menampung siswa.

Eulis Winarni (48), salah seorang orang tua siswa asal Kelurahan Maleber, Kecamatan Andir, Kota Bandung mengatakan, anaknya tidak lolos ketika mendaftar ke SMP 47. Hal tersebut karena jarak dari rumah ke sekolah mencapai 2,4 KM.

"Dari pengumuman, siswa terjauh yang diterima hanya 1,8 KM, jadinya anak saya tidak lolos," tutur Eulis di Kantor Dinas Pendidikan Kota Bandung, Rabu (11/7/2018).

Bahkan, kata Eulis, di Maleber tidak ada satupun pendaftar ke SMP yang diterima, mengingat di sekitar rumah tidak terdapat SMP Negeri.

"Kalau mau menggunakan sistem zonasi, harusnya pemerintah membangun sekolah di tiap kelurahan," ujarnya.

Eulis mendatangi Dinas Pendidikan untuk meminta kejelasan terkait nasib anaknya.

"Sekolah swasta juga banyak yang sudah menutup pendaftaran. Saya sempat akan mendaftarkan anak ke SMP Angkasa, tapi sudah tutup. Kalau sudah seperti ini, harus bagaimana? Apa anak tidak usah sekolah?" ujarnya.

Hal senada juga dikatakan Deni, orang tua siswa lainnya. Menurutnya PPDB dengan sistem zonasi dinilai tidak adil.

"Anak tidak perlu pintar, tidak perlu les untuk bisa belajar di sekolah Negeri, tinggal cari rumah yang dekat dengan sekolah favorit," ujarnya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar