Yamaha Mio S

Tiga Alasan Kenapa Kamu Tidak Perlu Menggunakan Petroleum Jelly

  Rabu, 11 Juli 2018   Fathia Uqimul Haq
Ilustrasi petroleum jelly. (Healthline)

BUAH BATU, AYOBANDUNG.COM--Petroleum jelly menjadi sesuatu yang hampir ada di setiap rumah, yang sudah digunakan sejak beberapa dekade. Petroleum jelly atau disebut sebagai petrolatum atau minyak mineral ini bukan kosmetik tetapi bentuk salep topikal.

Orang-orang cenderung menggunakan petroleum jelly untuk mengatasi masalah kulit. Misalnya kulit kering, pecah-pecah, hingga ruam dan borok kulit. Kadang-kadang, petroleum jelly juga digunakan untuk mengobati hidung berdarah.

Meskipun gel ini dijual secara luas dan sudah jadi hal yang umum di masyarakat untuk masalah kulit, tapi studi ilmiah tertentu memberikan alasan mengapa petroleum jelly tidak sebagus apa yang dikatakan orang-orang pada umumnya.

Tidak Memelihara Kulit Anda
Meskipun dianggap sebagai obat, petroleum jelly tidak memelihara atau memberikan vitamin pada kulit karena tidak memiliki sifat penyembuhan atau obat. Jika kulit Anda tidak bersih atau lembab, tidak peduli berapa banyak petroleum jelly yang Anda gunakan, tidak akan menyembuhkan garis kasar pada kulit yang kering. Jika cenderung menggunakan petroleum jelly secara teratur, kemungkinan kulit tidak menghasilkan kelembapan alami.

Produk sampingan dari Minyak Jeli
Petroleum jeli adalah produk sampingan dari minyak. Namun,  minyak tersebut disuling dan dibentuk menjadi gel yang tidak berbau dan tidak berwarna. Jadi secara tidak langsung, ketika menggunakan petroleum jelly, Anda benar-benar mengoleskan produk sampingan dari minyak ke kulit Anda.

Penghambat Nafas Kulit
Sebagai agen oklusif, petroleum jelly diklaim dapat merawat kulit kering dan pecah-pecah. Gel tebalnya bisa memerangkap uap air di dalam kulit dengan menciptakan penghalang di atas kulit saat diaplikasikan. Gel ini melindungi kulit dari faktor eksternal seperti air, bakteri dan udara.

Oklusif adalah bahan aktif kosmetik yang dapat menghambat terjadinya penguapan air dari permukaan kulit. Dengan menghambat terjadinya penguapan air pada permukaan kulit, bahan-bahan oklusif dapat meningkatkan kandungan air dalam kulit.

Sisi negatifnya gel ini yaitu membentuk penghalang tebal sehingga tidak memungkinkan kulit untuk bernafas. Sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2000 menunjukkan bahwa bayi yang diolesi petroleum jelly untuk mengendalikan kandidiasis sistemik (infeksi jamur) sebenarnya telah membuat infeksi memburuk dan meningkat.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar