Yamaha Mio S

Pendiri Rumah Cemara Ginan Koesmayadi, dari Pecandu Narkoba hingga Pejuang HIV

  Jumat, 22 Juni 2018   Adi Ginanjar Maulana
Pendiri Rumah Cemara Ginan Koesmayadi.(rumahcemara.or.id)
BUAH BATU, AYOBANDUNG.COM--Pejuang HIV/AIDS itu telah meninggalkan dunia selama-lamanya. Dialah Ginan Koesmayadi, atau bernama lengkap Deradjat Ginandjar Koesmayadi, yang selama ini dikenal sebagai pendiri Rumah Cemara.
 
Pada 2003, tiga tahun setelah dia divonis mengidap virus HIV karena sebelumnya menjadi pecandu narkoba, bersama empat temannya, Ginan mendirikan Rumah Cemara. Ini adalah sebuah komunitas yang menjadi tempat berkumpul orang yang pernah hidup dengan narkoba, juga mereka yang akhirnya terkena HIV/AIDS.
 
Ginan yang sudah bertahun-tahun mengidap HIV/AIDS tidak berputus asa mengarungi kehidupan.
 
Puncaknya, lelaki kelahiran Bandung 13 Juli 1980 terpilih sebagai pemain sepak bola terbaik di ajang Homeless World Cup 2011 di Paris, Prancis.
 
Homeless World Cup 2011 merupakan ajang sepak bola jalanan yang diikuti komunitas tunawisma. Pesertanya anggota komunitas yang kurang beruntung, seperti pecandu narkoba, penderita HIV/AIDS, dan lain-lain.
 
Semasa hidupnya, Ginan merampungkan sebuah buku berjudul "Melampaui Mimpi" bersama rekannya Sundea. Buku tersebut menceritakan seorang anak laki-laki satu-satunya di keluarga Koesmayadi yang bernama Ginan. 
 
Ginan termasuk anak yang tertutup, pemalu, pendiam, mempunyai rasa kurang percaya diri, dan merasa tidak nyaman terhadap lingkungan sekolahnya. Hal itu membuat anak tersebut sering bermain di luar rumah dan mengenal dunia luar. 
 
Memasuki jenjang SMP, Ginan terjerumus dalam obat-obatan terlarang yang bisa membuat dirinya menjadi seseorang yang berbeda. Semakin dewasa, dia kecanduan dengan obat-obatan. Ginan meyakini obat-obatan itu menyediakan segala sesuatu yang indah dalam hidup, ketenangan, dan kedamaian.
 
Ginan yang seorang dokter menitipkan banyak harapan di bahu Ginan. Perjalanan Ginan penuh dengan jatuh dan bangun. Di satu sisi, Ginan sangat ingin membanggakan sang ayah. Di sisi lain, Ginan merasa lebih banyak mengecewakan.
 
Semakin sering Ginan mengonsumsi heroin yang disuntik, dia semakin ketagihan. Sampai Ginan tidak bisa mengontrol kecanduannya, hingga akhirnya harus menjalani rehabilitasi akibat terjangkit HIV/AIDS.
 
Setelah selesai rehabilitasi, Ginan memutuskan untuk kembali melanjutkan kuliahnya di Unpad sambil bekerja. Ginan bekerja di sebuah tempat rehabilitasi di Jakarta sebagai konselor hingga akhirnya terbentuk Rumah Cemara.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar