Yamaha Mio S

Bermasalah dengan Layanan Mudik Adukan Lewat #KenalLapor!saatmudik

  Rabu, 13 Juni 2018   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Pemudik menunjukkan platform website Lapor! di Terminal Leuwi Panjang, Rabu (13/6/2018).

LEUWI PANJANG, AYOBANDUNG.COM--Dalam rangka momentum mudik lebaran 2018, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menyiapkan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional Laporan Aspirasi Pengaduan Online Rakyat (SP4N)-LAPOR! dengan tema KenalLapor!saatmudik, untuk menampung keluhan layanan publik dari masyarakat.

Sosialisasi #KenalLapor!saatmudik merupakan program yang disosialisasikan di sepanjang jalur mudik, khususnya di Pulau Jawa. 

Sosialisasi dimulai sejak 8 Juni hingga 14 Juni 2018, dengan rute Merak, Cirebon, Semarang, hingga Surabaya melalui Jalur Pantura, dan kembali melalui jalur selatan, dari Surabaya melewati Solo, Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta.

Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik, Herman Suryatman menyampaikan kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan langsung aplikasi SP4N-LAPOR! kepada masyarakat terutama dalam momentum arus mudik lebaran 2018.

"Kehadiran aplikasi ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai peran positif birokrasi dalam pelayanan publik dan mengetahui tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan dan fasilitas publik yang diberikan kepada pemudik," katanya usai Sosialisasi LAPOR! di Terminal Leuwi Panjang, Rabu (13/6/2018).

Lewat aplikasi ini, Herman menjelaskan, masyarakat bisa terhubung ke 34 kementerian, 97 lembaga negara, 130 PTN/PTS/Kopertis, 305 pemerintah daerah, 116 BUMN, dan 130 perwakilan luar negeri. Selain itu, masyarakat bisa pula mengadukan segala jenis permasalahan terkait pelayanan publik, termasuk pelayanan selama arus mudik dan arus balik Lebaran.

"Begitu ada laporan masuk melalui aplikasi, Kementerian PANRB akan meneruskan ke unit atau instansi yang terkait dengan masalah tersebut," sambungnya. 

Hingga saat ini, dijelaskan Herman, aplikasi Lapor! yang bisa diunduh di android dan iPhone ini telah menerima 1.288.630 laporan hingga Mei 2018. Sebanyak 375.296 laporan sudah terdisposisi dan 339.033 laporan sudah ditindaklanjuti. "Rata-rata ada 587 laporan per hari," jelasnya.

Ditambahkan, aplikasi yang tersedia diberbagai lini masa baik twitter, Website, hingga SMS ini juga terhubung dengan 34 kementerian, 305 pemerintah daerah, 97 dan lembaga negara. Selain itu, 116 BUMN, 130 perguruan tinggi negeri/swasta, dan 130 perwakilan luar negeri.

"Laporan yang masuk melalui platform itu pun sesegera mungkin diatasi oleh aparat terkait. Karena ini berbasis IT, masyarakat bisa memantau sudah sejauh mana tindakan atas laporan yang mereka kirim," ujarnya.

Sementara itu, Herman menyebutkan, topik terbanyak yang dilaporkan sejauh ini adalah BPJS Kesehatan dengan 2.328 laporan. Urutan kedua, laporan tentang ketenagakerjaan yang berjumlah 1.488 laporan, dan ketiga adalah laporan tentang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dengan 1.488 laporan. Laporan lain tentang keimigrasian, kepegawaian, administrasi kependudukan, EKTP,  subsidi listrik, Bantuan Sosial, hingga infrastruktur. 

"Seperti diketahui, pelayanan publik tidak boleh berhenti, meski pegawai libur. Oleh karena itu, pelayanan publik harus dipastikan tetap berjalan. Bentuk pelayanan seperti rumah sakit, lalu lintas, pemadam kebakaran, dan lain-lain tetap berjalan selama cuti bersama dan libur Idulfitri," pungkasnya. 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar