Yamaha Mio S

Dorong Olahan Kuliner Khas, Rindu Tawarkan Kredit Mesra

  Senin, 04 Juni 2018   Asri Wuni Wulandari
Calon Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum saat mengunjungi pedagang olahan kuliner khas di Pasar Rajagaluh, Majalengka, Minggu (3/6). (Ist)

MAJALENGKA, AYOBANDUNG.COM—Geliat perkembangan olahan kuliner di berbagai daerah mulai kehilangan peminat. Turunnya minat beli tersebut otomatis berdampak pada berkurangnya omzet pedagang olahan makanan ini.

Misalnya Ocah (50), pedagang opak dan rengginang di Pasar Rajagaluh, Kabupaten Majalengka. Pendapatannya menurun sejak beberapa tahun belakangan. Penyebabnya adalah pergeseran selera masyarakat yang beralih meminati produk olahan baru.

"Sekarang udah mulai susah cari pembeli, jadi usahanya begini-begini aja, enggak berkembang. Penurunannya drastis sekali karena orang-orang sudah suka sama jajanan-jajanan yang modern," kata Ocah di Pasar Rajagaluh, Minggu (3/6/2018) siang.

Ocah mengaku kesulitan mengembangkan inovasi dan taktik pemasaran produk lantaran keterbatasan akses terhadap modal. Jika memiliki modal berlebih, ia  akan berusaha terus mempertahankan dan mengembangkan usahanya.

Menjawab hal tersebut, Calon Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut satu, Uu Ruzhanul Ulum mengatakan bahwa pasangan Rindu (Ridwan Kamil-Uu) telah mempersiapkan sejumlah program untuk membantu para pedagang kecil seperti Ocah dalam mengembangkan usahanya. Instrumen permodalan itu antara lain digulirkan melalui program kredit Mesra (Mesjid Sejahtera).

Program Kredit Mesra ini tanpa bunga, tanpa agunan. Pemberi rekomendasinya adalah Ketua atau pengurus DKM Masjid. Jika DKM sudah memberikan rekomendasi, maka petugas Bank BPR akan datang ke rumah ibu-ibu untuk akad kredit sekaligus mencairkan pinjaman tersebut. 

"Ini merupakan salah satu upaya yang kami lakukan membantu kelompok-kelompok masyarakat yang membutuhkan, seperti para pedagang kecil yang kesulitan mengembangkan usaha akibat kekurangan modal. Kredit Mesra ini bisa jadi solusi," kata Kang Uu, sapaan akrab Bupati Tasikmalaya dua periode ini. 

Sementara untuk urusan pemasaran, Rindu juga telah mengkloning program satu desa satu produk unggulan agar tiap daerah memiliki produk ciri khas untuk dipasarkan secara luas.

Lewat program ini, menurut Kang Uu, para petani, pelaku usaha mikro dan jenis usaha lainnya bakal didorong untuk mengembangkan kreativitas produk dan cara-cara pemasaran sehingga komoditas jualan mereka bisa lebih membahana, termasuk dijual di ritel-ritel modern. Sementara bagi aerah yang belum memiliki komoditas khas, mereka bakal diarahkan agar bisa membentuk produk ikonik.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar