Yamaha NMax

Ini Menu Sehat untuk Sahur dan Berbuka Puasa Menurut Pakar

  Sabtu, 19 Mei 2018   Arfian Jamul Jawaami
Ilustrasi -- Kurma sebagai salah satu menu sehat untuk berbuka puasa. (Pixabay)

NARIPAN, AYOBANDUNG.COM—Jargon ‘berbukalah dengan yang manis’ telah begitu melekat dengan budaya berbuka puasa di Indonesia. Padahal, sejumlah pakar kesehatan justru tidak menyarankan makanan dan minuman manis dikonsumsi secara berlebih sebagai menu awal untuk berbuka puasa.

Sebaliknya, menu dengan indeks glukosa rendah, seperti air putih, sangat disarankan untuk mengawali buka puasa. Hal tersebut sesuai dengan hadis nabi yang menganjurkan berbuka dengan tiga butir kurma atau air putih.

“Tidak ada hadis yang mengatakan berbuka dengan makanan atau minuman manis. Boleh dengan teh manis, tapi hanya tiga teguk,” ujar konsultan kesehatan sekaligus trainer profesional, dr Indra K. Muhtadi beberapa waktu lalu.

Menu makanan atau minuman dengan kadar glukosa tinggi dapat menyebabkan tubuh terasa lemas setelahnya. Padahal, selepas berbuka, biasanya kegiatan umat Muslim dilanjutkan dengan ibadah salat Tarawih.

Indra juga menyarankan untuk tidak mengawali berbuka dengan menu minuman dingin atau es. Pasalnya, minuman dingin berperan dalam menghambat laju pencernaan yang berarti dapat menahan rasa lapar. 

"Berbuka dengan minuman dingin jadi alasan kenapa kebanyakan orang merasa cepat kenyang ketika berbuka, sehingga menu utama justru tidak dapat dimakan," ujar Indra.

Konsumsi makanan atau minuman manis juga tidak disarankan ketika sahur. Insulin tinggi yang terkandung dalam sajian menu berasa manis dapat menyebabkan tubuh lemas ketika pagi hari. 

Untuk itu, Indra menyarankan agar mengonsumsi menu dengan kandungan protein tinggi saat sahur karena dapat membuat cadangan makanan lebih tinggi dan baik dari karbohidrat. 

"Hindari juga makanan dengan kadar natrium tinggi (saat sahur) seperti ikan asin atau kerupuk karena dapat membuat badan terasa lemas di siang hari," ujar Indra.

Air putih kembali menjadi menu konsumsi yang sangat dianjurkan ketika sahur. Pasalnya, kekurangan air pada tubuh akan berdampak pada dehidrasi sehingga menyebabkan kantuk di siang hari. 

Setidaknya pria membutuhkan sekitar 2,4 liter air dalam sehari. Sementara wanita sedikit lebih rendah, yakni sebanyak 2,1 liter per hari. Porsi tersebut dibagi dalam tiga waktu, yakni 40% diminum ketika sahur, 40% saat berbuka, dan 20% setelah salat tarawih. 

Terakhir, jangan lupa untuk selalu berniat. Secara medis, niat memberikan sugesti sangat kuat di pusat kontrol autonom atau hipotalamus. "Itu memengaruhi motivasi diri meningkat yang berdampak besar pada kekuatan fisik," ujar Indra.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar