Yamaha NMax

Menristekdikti Temukan Sejumlah Dosen Sebarkan Paham Radikalisme di Kampus

  Sabtu, 19 Mei 2018   Faqih Rohman
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, M Nasir. (Faqih Rohman/AyoMedia)

CIREBON, AYOBANDUNG.COM—Paham radikalisme telah menjamur di lingkungan kampus. Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir, mengatakan bahwa beberapa dosen di sejumlah kampus di Indonesia terindikasi menyebarkan paham radikalisme.

Hasil pengawasan Kemenristekdikti terhadap 4.579 kampus yang ada menyebutkan adanya sejumlah dosen yang menyebarkan paham radikalisme. Namun, dengan jumlah yang masih terbilang sedikit. “Saya minta rektor kampus agar dosen yang terlibat dinonaktifkan,” ujar Nasir di Cirebon, Jumat (18/5/2018).

Beberapa kegiatan yang dinilai menyimpang dan mendekati paham radikalisme di antaranya tidak mau mengikuti UUD 1945, Pancasila, dan NKRI.

"Mereka (oknum dosen) selalu ngajak untuk bagaimana tidak mengikuti dasar-dasar negara dan NKRI," kata Nasir.

Pengawasan tersebut merupakan langkah konkret yang dilakukan Kemenristemdikti untuk membendung paham radikalisme di lingkungan kampus. Sebelumnya, Kemenristekdikti telah memanggil rektor seluruh kampus di Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, rektor diminta untuk mengawasi kegiatan kampus dan memberikan sanksi terhadap dosen yang terindikasi terlibat paham radikalisme.

“Kalau ada dosen (yang terlibat paham radikalisme), suruh milih, apakah akan bergabung dengan NKRI dan meyakini Pancasila sebagai ideologi serta UUD 1945 sebagai dasar negara, atau keluar dari status PNS-nya,” jelas Nasir.

Kemenristekdikti sendiri telah menginstruksikan semua kampus untuk melarang kegiatan kemahasiswaan yang terindikasi paham radikalisme. “Dalam dunia pendidikan tinggi tidak boleh ada paham radikal yang menjamur di lingkungan kampus,” pungkas Nasir.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar