Yamaha Mio S

Polisi Hentikan Kasus Rizieq Shihab, Kenapa?

  Jumat, 04 Mei 2018   Arfian Jamul Jawaami
Ketua Umum Front Pembela Islam Rizieq Shihab usai menunaikan Salat Zuhur di Masjid Polda Jabar, Senin (13/2/2017).(Faqih/AyoBandung)

GEDE BAGE, AYOBANDUNG.COM--Penyidik Polda Jawa Barat menghentikan kasus dugaan penghinaan terhadap Pancasila yang melibatkan tokoh Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. Dalam kasus tersebut, Rizieq sempat ditetapkan sebagai tersangka.

Kabid Humas Polda Jawa Barat AKBP Trunoyudo Wisnu Andiko mengungkapkan bahwa penghentian tersebut setelah diterbitkannya Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3) pada Februari 2018.

"Iya tim penyidik Direktorat Kriminal Umum Polda Jabar telah menghentikan sekira akhir bulan Februari 2018," ujar Trunoyudo kepada ayobandung.com, Jumat (4/5/2018).

Adapun alasan dari penerbitan SP3 tersebut lantaran pihak penyidik tidak menemukan adanya unsur kesengajaan untuk melakukan tindak pidana dari Rizieq. Kesimpulan tersebut didapat melalui beberapa keterangan saksi, ahli, dan bukti.

Artinya kasus Rizieq tidak memiliki cukup bukti pendukung. Sementara barang bukti yang diambil oleh penyidik untuk keperluan pemeriksaan adalah tesis Rizieq yang mengangkat tema tentang Pancasila.

"Penyidikan sudah dilakukan oleh tim penyidik. Namun sejauh ini kurang cukup bukti untuk ditindaklanjuti dalam proses penyidikannya," ujar Trunoyudo.

Di tempat terpisah, sejumlah tokoh organisasi masyarakat berbasis Islam yang tergabung dalam Tim 11 Ulama bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor pada Minggu (22/4/2018).

Dalam kesempatan tersebut, Tim 11 Ulama yang beranggotakan para alumni 212, menuntut agar Jokowi lebih mengutamakan jalur dialogis dan musyawarah terkait bentuk kriminalisasi terhadap ulama. 

Rizieq sendiri ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut setelah Polda Jabar menerima laporan dari Sukmawati Soekarnoputri. Sukmawati menilai bahwa Rizieq telah berkata hal yang tidak pantas terkait Pancasila. 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar