Yamaha Mio S

Cinta Dunia Anak, Risna Buat Sedekah Mainan

  Senin, 16 April 2018   Fathia Uqimul Haq
Risnasari Rosman mengumpulkan puluhan mainan yang siap dikirim ke Pulau Timur Indonesia.

BUAH BATU, AYOBANDUNG.COM--Terdorong untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, Risnasari Rosman (27) mengumpulkan mainan dari saudara dan kenalannya di media maya untuk sebuah kelas kecil yang berisikan belasan anak jalanan di kawasan Cikapundung, Bandung.  

Kisahnya dimulai Agustus 2016. Risna yang mengajarkan Bahasa Inggris mendapatkan respon yang kurang baik dari murid-muridnya. Ia lantas memutar otak, bagaimana caranya agar suasana belajar bisa membuat anak-anak aktif.

Saat itu Risna menjadikan boneka tangan sebagai alat belajar dengan metode bernyanyi sambil berdongeng. Anak-anak pun mulai tertarik termasuk untuk menghafal lagu-lagu yang dibawakan. Sejak itulah Risna ingin anak-anak memiliki mainan juga supaya mereka tambah semangat.

“Saya mengumpulkan mainan dari keponakan, teman dekat, dan unggah info di Instagram bagi siapa yang ingin sedekah mainan untuk kegiatan mengajar saya,” kata Risna, kepada ayobandung, Senin (16/4/2018).

Tak disangka, responsnya baik. Jumah mainan yang didonasikan cukup banyak. 

Lima bulan kemudian, Risna membuat Instagram khusus bernama Sedekah Mainan. Kemudian perempuan asal Bandung itu melemparkan idenya pada seorang sahabat di Solo. Dalam perjalanannya, justru sekarang Solo yang memiliki aktivitas berdongeng aktif kepada anak-anak. Begitupula dengan Jogjakarta yang aktif berkegiatan bersama anak-anak pinggir kali.

“Karena keterbatasan waktu, akhirnya saya tidak turun lagi. Jadi saya dan dua teman yang mengatur sedekah mainan,” katanya.

Kiprahnya semakin meluas dan permintaan mainan semakin tinggi. Risna mengaku kewalahan akan permintaan tersebut karena mainan yang dikirimkan belum memenuhi pengajuan.

Tidak hanya komunitas, beberapa taman baca independen atau PAUD yang tidak diberi bantuan pemerintah menjadi sasaran Sedekah Mainan. Orang yang mengajukan mainan tentu dikurasi terlebih dulu oleh Risna melalui daring untuk dilihat kondisinya.

“Semua lima besar pulau di Indonesia sudah kami jamah. Samosir, Larantuka Flores, Kalimantan, hingga Papua,” ujar Risna.

Mainan dikirim melalui ekspedisi ke seluruh penjuru nusantara dari tiga alamat sedekah mainan. Jakarta, Bekasi, dan Bandung. Selain bersedekah mainan lewat ekspedisi, para donatur mainan pun sering mengirim mainannya melalui ojek daring.

“Kebanyakan jenis mainannya seperti mobil-mobilan, superhero, atau boneka,” kata perempuan 27 tahun itu.

Syarat sedekah mainan adalah mainan yang masih layak alias tidak rusak. Sebelum disedekahkan kepada yang membutuhkan, mainan tersebut dicuci dulu seperti boneka, supaya tidak terlihat bekas. “Kalau ada yang sobek, saya jahit,” ungkapnya.

Semua itu Risna gunakan dengan biaya pribadi. Meski pernah ada yang ingin bersedekah materi, kini Risna tidak sedang menerimanya. Lantaran pertanggungjawabannya yang besar membuat Risna sulit untuk membuka donasi finansial.

Penyaluran mainan diberikan secara daring jika daerah sulit dijangkau seperti Papua dan sekitarnya. Namun, jika daerah penyaluran masih bisa didatangi, Risna dan teman-teman pergi ke lokasi sambil memberi motivasi dan semangat untuk anak-anak.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar