Yamaha Mio S

AS, Inggris, dan Prancis Luncurkan Rudal ke Suriah

  Sabtu, 14 April 2018   Asri Wuni Wulandari
Presiden AS, Donald Trump. (Reuters)

WASHINGTON, AYOBANDUNG.COM—Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis meluncurkan serangan ke tiga lokasi di Suriah pada Sabtu dini hari waktu setempat. Serangan itu menargetkan kemampuan senjata kimia Presiden Suriah, Bashar al-Assad, setelah terjadinya serangan gas beracun pekan lalu.

“Saya memerintahkan militer AS untuk meluncurkan serangan presisi pada target yang terkait,” ujar Presiden AS, Donald Trump di Gedung Putih, Washington, AS, Jumat (13/4/2018).

Melansir CNN, foto-foto menunjukkan misil melesat di langit malam Suriah. Sejumlah saksi mata mengatakan bahwa mereka mendengar ledakan di ibukota Damaskus ketika Trump menyampaikan pidatonya.

Kantor berita Rusia, TASS, melaporkan bahwa tidak satupun rudal yang ditembakkan oleh tiga negara barat itu mengenai daerah-daerah dekat pangkalan angkatan laut dan udara Suriah. Pangkalan-pangkalan itu berada di bawah perlindungan unit pertahanan udara Rusia.

Berdasarkan perkembangan terbaru yang dimiliki CNN, Pentagon menyatakan bahwa beberapa lokasi terkena lemparan rudal, termasuk di antaranya pusat penelitian ilmiah di Damaskus, dan dua situs besar di dekat Homs. Tiga warga sipil diketahui terluka.

“Sekarang ini hanya satu kali tembakan, dan saya percaya itu mengirimkan pesan yang sangat kuat kepada rezim Suriah,” ujar Menteri Pertahanan AS, James Mattis.

Sementara itu, beberapa negara mengecam serangan tersebut. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova mengatakan bahwa penyerangan tersebut telah menghantam ibukota Suriah.

Tak hanya Rusia, Kementeria Luar Negeri Iran juga mengutuk serangan tersebut. “Serangan itu adalah pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional, serta mengabaikan kedaulatan dan integritas teritorial Suriah,” kata Juru Bicara Kemenlu Iran, Bahram Qasemi.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar