Yamaha NMax

BPS: Tiongkok Masih Jadi Pengimpor Nonmigas Terbesar Bagi Jabar

  Selasa, 03 April 2018   Arfian Jamul Jawaami

SURAPATI, AYOBANDUNG.COM -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tiga negara Asia Timur yakni Tiongkok, Jepang dan Korea Selatan menjadi penyumbang terbesar dari impor nonmigas bagi Indonesia pada bulan Februari 2018.

Impor terbesar berasal dari Tiongkok dengan nilai USD 270,37 juta. Disusul Jepang dan Korea Selatan masing-masing senilai USD 132,35 juta dan USD 126,56 juta. 

Dengan demikian, catatan tersebut menempatkan ketiga negara memiliki peran kumulatif terhitung dari Januari hingga Februari 2018 masing-masing sebesar 31,69%, 15,22% serta 14,83%.

Namun dibandingkan dengan Januari 2018, nilai impor dari 13 negara mitra utama turun sebesar 11,02%. Penurunan terjadi di hampir semua negara asal impor kecuali Jerman dan Amerika Serikat yang naik masing-masing 2,25% serta 23,53%.

Bahkan secara tahun ke tahun, impor dari Jerman mengalami kenaikan yang signifikan dengan pertumbuhan 59,55%. Menempatkan Jerman berada pada peringkat kedua tertinggi setelah Tiongkok dengan pertumbuhan 83,54%.

"Sementara untuk negara yang selalu menunjukan tren pertumbuhan negatif diantaranya Thailand, Malaysia, Singapura, India dan Korea Selatan," ujar Kepala BPS Jabar, Dody Herlando pada Senin (2/4/2018).

Adapun untuk nilai impor di Jabar pada Februari 2018 mencapai USD 0,99 miliar atau turun 5,16% dibandingkan dengan bulan Januari 2018 sebesar USD 1,04 miliar.

Sementara untuk impor nonmigas mencapai USD 0,83 miliar atau turun 11,71% dari bulan Januari 2018 yang tercatat sebesar USD 0,94 miliar. Namun impor migas naik sebesar 55,83% dari USD 101,22 juta menjadi USD 157,73 juta.

Dilihat dari 10 golongan barang utama, impor nonmigas Jabar pada Februari 2018 mengalami penurunan sebesar 7,19% menjadi USD 592,51 juta dibanding Januari 2018. Penurunan terjadi di hampir seluruh kelompok barang kecuali bubur kayu yang naik 59,41% serta besi dan baja sebesar 30,31%.

Akan tetapi secara tahun ke tahun, impor nonmigas menunjukan pertumbuhan positif hingga mencapai 13,99% di hampir seluruh kelompok barang, kecuali mesin pesawat terbang yang turun 2,01% dan mesin peralatan listrik dengan 0,62%.

Jika melihat dari tren kinerja impor, kelompok utama yang memiliki pertumbuhan selalu negatif adalah mesin peralatan listrik. Sementara pertumbuhan positif, konsisten dialami oleh kelompok besi dan baja. 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar