Yamaha Lexi

Begini Langkah Pemkot Bandung Atasi Gizi Buruk

  Kamis, 15 Maret 2018   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Pejabat Sementara (Pjs) Wali Kota Bandung, Muhamad Solihin. (Eneng Reni N Jamil/ayobandung)

WASTUKANCANA, AYOBANDUNG.COM -- Dalam rangka mengntisipasi gizi buruk, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung telah melakukan pertemuan dengan melibatkan berbagai skatrholder. Inti pembahasan dalam pertemuan tersebut adalah untuk menjaga ketersediaan pangan di Kota Bandung. 

Pejabat Sementara (Pjs) Wali Kota Bandung, Muhamad Solihin menyebutkan, pihaknya mengadakan pertemuan intensif. Apalagi dalam menghadapi tahun politik, kenaikan harga bahan pokok cenderung naik yang mengakibatkan keswjahteraan masyarakat sedikit twerganggu.

"Kenaikan harga BBM pun pasti berpengaruh terhadap harga dan menghadapi bulan Ramadan. Makanya kami sedang mempersiapkan dari awal," kata Solihin, Kamis (15/3/2018).

Terkait penanganan gizi buruk, hal ini harus ditangani secara bersama. Yakni Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas sosial, dan dinas terkait yang memang menangani masalah kesejahteraan keluarga. 

"Termasuk juga kerjasama ini dengan dinas tenaga kerja karena ini berkaitan juga dengan penghasilan masyarakat secara keseluruhan," lanjutnya.

Menurutnya, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat bisa dimulai dari peningkatan wirausaha baru yang harus terus dilaksanakan dan berkelanjutan sebagai program tetap. 

Selain itu, penangan gizi buruk bisa dilakukan secara bertahap dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat khususnya PKK, yang memang berada di setiap kelurahan dan menyentuh langsung masyarakat.

"Informasi yang paling awal kita peroleh dari PKK. Dan informasi ini biasanya sangat akurat karena mereka nerhubungan langsung dengan kondisi di masyarakat," katanya.

Solohin berharap, dengan upaya ini pemerintah bisa menekan angka gizi buruk di Kota bandung. 

"Makanya ini harus ditangani bersama. Integrasi dari berbagai program pun harus susah terlaksana. Karena angka gizi buruk untuk sekelas kota besar laiknya Bandung, diibaratkan peristiwa gunung es. Jadi di atas terlihat kecil tapi saat melihat dan menelusuri lebih dalam maka banyak faktor yang mempengaruhinya" ujarnya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar