Yamaha Mio S

Lima Lagu Terlarang yang Bikin Kamu Gila, Salah Satunya dari Indonesia

  Senin, 26 Februari 2018   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Rezso Serees pencipta Gloomy Sunday. (YouTube)

BUAHBATU, AYOBANDUNG.COM – Banyak orang mengatakan jika musik dapat meningkatkan mood. Bahkan, beberapa lagu bisa digunakan sebagai medium terapi untuk menghilangkan stress. Tapi tahukah kamu, ada beberapa lagu yang terlarang untuk diputar?

Beberapa lagu ini tercatat bisa bikin pendengarnya “gila” bahkan sampai bertemu ajal. Kali ini ayobandung bakal merangkum lima lagu terlarang yang dipercaya membawa kematian.

 

Gloomy Sunday

Gloomy Sunday merupakan sebuah lagu terlarang karangan Rezso Serres, seorang musisi asal Hungaria. Gloomy Sunday ditulis tahun 1933. Menukil dari Metal Floss, lagu ini mengisahkan kekasih sang musisi. Banyak yang beranggapan kekasih Rezso Serres ini tewas karena bunuh diri. 

Lagu ini mencapai puncak kepopuleran setelah dibawakan oleh Billy Holliday di tahun 1941. Parahnya, kepopuleran lagu ini juga meningkatkan angka bunuh diri. Tak hanya yang mendengarkan saja, sang penulis dan penyanyinya pun juga tewas karena bunuh diri.

My Way

Lagu My Way ditulis oleh Paul Anka yang diberikan untuk penyanyi Frank Sinatra. Merangkum dari The Guardian, konon, lagu ini menjadi kutukan di tempat-tempat karaoke di negara asalnya, yakni Filipina. Hal tersebut tentu menjadi salah satu faktor yang membuat lagu ini memiliki reputasi buruk di negaranya. 

Banyak warga yang meninggal setelah menyanyikan My Way di tempat karaoke. Tapi, ada juga yang membantah jika My Way adalah lagu kutukan dan mereka menganggap faktor tempat karaokelah salah satu penyebabnya.

Requiem for A Tower

Requiem for A Tower merupakan salah satu soundtrack dari film The Lord of The Rings. Lagu ini kabarnya membuat siapa pun yang mendengarnya menjadi seorang pembunuh.

Merangkum dari NME, menurut kesaksian seorang korban selamat sebuah peristiwa penembakan, pelaku yang diduga seorang pria Norwegia membunuh banyak orang dengan cara menembaki dengan senapan. 

Dilaporkan, pelaku membunuh korbannya sambil mendengarkan lagu Requiem for A Tower dari earphone yang dipakainya. Bahkan, menurut penuturan saksi mata, wajah si pelaku saat membunuh berekspresi datar. 

Anehnya lagi, sebelum serangan senjata api, sang pelaku yang diketahui bernama Anders Breivik itu sempat menulis tentang potongan lagu tersebut secara daring, dengan mengatakan: "Aku telah mendengarkan lagu ini beberapa ratus kali dan sepertinya aku tidak pernah bosan. Ini sangat menginspirasi dan membangkitkan sejenis kemarahan yang penuh gairah di dalam diriku." Kejadian di tahun 2011 itu pun tercatat telah merenggut nyawa dari 76 warga sipil. 

Reverse

Lagu Reverse Karlmayer merupakan suara, simfoni, atau musik yang dipercaya dapat memengaruhi otak manusia. Konon, suara-suara ini dapat menghancurkan mental seseorang dan membuat siapa yang mendengarnya menjadi gila. Beberapa menganggapnya sebagai musik setan karena bisa merusak jiwa dari mulai stres hingga bunuh diri. 

Reverse tidak seperti kebanyakan irama lagu pada umumnya. Lagu terlarang ini berisikan suara-suara yang janggal, seperti jeritan-jeritan dan suara kelelawar. Selain itu, lagu ini juga membuat pendengarnya menjadi gila, bahkan tewas apabila mendengarkan terlalu lama. Lagu Reverse dilarang didengarkan selama dua jam nonstop karena sugesti yang dihasilkan akan memengaruhi kondisi mental dan kejiwaan. 

Sejarah mencatat, lagu ini diciptakan oleh seorang penyair asal Jerman, Karlmayer. Tujuannya adalah untuk menekan dan menginterogasi tawanan perang di negara-negara Eropa saat itu. Konon, pada waktu itu, tawanan yang tertangkap ditempatkan di sebuah ruangan sempit yang gelap. Mereka diperdengarkan lagu ini selama lebih dari dua jam. Efeknya, mereka akan depresi dan stres, kemudian terpaksa mengungkapkan semua informasi dan rahasia dari musuh. 

Nina Bobo

Lagu Nina Bobo adalah lagu pengantar tidur untuk anak-anak. Konon, judul lagu Nina Bobo diambil dari nama seorang anak perempuan bernama Helenina Mustika Van Rodjnik. Helenina merupakan blasteran Indonesia-Belanda yang lahir pada 1871. Ibunya bernama Mustika, berasal dari Tanah Jawa yang berprofesi sebagai penari. Ayahnya asal Belanda, bernama Kapten Van Rodjnik. Sejak kecil, Helenina dikisahkan selalu susah tidur.

Setiap hendak tidur, Helenina selalu berontak dan menangis. Agar dapat tidur, ibunya selalu menyanyikan senandung kecil buatnya. Lambat laun, perilaku ini menjadi kebiasaan setiap hari.  Bahkan setelah kematiannya, konon Helenina kerap menghantui keluarganya dan minta dinyanyikan lagu Nina Bobo.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar