Yamaha Lexi

Kebiasaan Minum Alkohol Berisiko Kuat Alami Demensia

  Sabtu, 24 Februari 2018   Asri Wuni Wulandari
Ilustrasi. (Pixabay/Public Domain Archive)

BUAHBATU, AYOBANDUNG.COM – Penelitian teranyar menghubungkan relasi antara konsumsi alkohol dengan penyakit demensia. Para peneliti mengatakan jika penggunaan alkohol dalam tingkat tinggi merupakan salah satu faktor risiko terbesar demensia.

Demensia merupakan penurunan fungsional yang disebabkan oleh kelainan pada otak. Demensia merupakan kumpulan penyakit dengan gejala-gejala yang mengakibatkan perubahan cara berpikir dan berinteraksi seseorang. Beberapa bentuk demensia bahkan mengubah kepribadian pasien. Penderita akan kehilangan kemampuan dan pengetahuan yang sebelumnya dimiliki.

Penemuan yang dipublikasikan di The Lancet Public Health ini mengejutkan sejumlah ilmuwan. “Kami membuat hipotesa bahwa alkohol memainkan peran tertentu, tapi saya rasa tidak ada yang memperkirakan ukuran efeknya sebegitu besar,” ujar Penulis Utama Studi, Jurgen Rehm, selaku Direktur Pusat Kecanduan dan Kesehatan Mental di Toronto, Kanada, sebagaimana melansir TIME.

Sebelumnya, sejumlah penelitian tentang konsumsi alkohol dalam jumlah tinggi telah dilakukan. Beberapa penelitian menyebutkan jika mengonsumsi alkohol sebanyak sekali dalam dua hari mungkin memberikan efek perlindungan terhadap kesehatan kognitif. Namun, penelitian lain telah menghubungkan kebiasaan mengonsumsi alkohol pada tingkat sedang dengan penurunan struktur otak.

Lalu, penelitian lain mengatakan jika pengurangan konsumsi alkohol tidak menjadi salah satu dari sembilan perubahan gaya hidup yang mampu mengurangi risiko demensia.

Untuk menyelidiki lebih jauh, Rehm dan rekan-rekannya menganalisis catatan rumah sakit. Lebih dari 1 juta orang dewasa di Prancis didiagnosis menderita demensia antara tahun 2008 hingga 2013.

Para peneliti kemudian mencari faktor-faktor umum risiko demensia, seperti merokok, tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, dan gangguan pendengaran. Namun, mereka juga mencari bukti adanya gangguan dari konsumsi alkohol dalam tingkat tinggi terhadap para pasien.

Hasilnya, mereka menemukan jika para penderita demensia ini memiliki kebiasaan mengonsumsi alkohol dalam tingkat tinggi.  Orang dengan konsumsi alkohol yang tinggi berisiko menderita demensia. Sebanyak 60% dari 57.000 orang yang didiagnosis menderita demensia sebelum usia 65 tahun mengalami kerusakan otak terkait penggunaan alkohol.

Peneliti mengatakan jika penelitian mereka menambah bukti bahwa alkohol berlebih menimbulkan risiko kesehatan yang serius. “Seperti banyak hal, dosisnya membuat racun,” kata Rehm. “Setiap tahun, lebih dari tiga juta kematian terjadi akibat alkohol.”

World Health Organization (WHO) mendefinisikan konsumsi alkohol dalam tingkat tinggi sebagai kebiasaan mengonsumsi lima gelas alkohol dalam per hari untuk pria dan tiga gelas alkohol per hari untuk wanita.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar