Yamaha Mio S

7 Festival Musik Besar dan Keren Milik Indonesia. Rawk!

  Selasa, 06 Februari 2018   Asri Wuni Wulandari
Ilustrasi. (Pixabay/Public Domain Archive)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM – Di mana lagi kamu bisa melompat bebas sambil berteriak sekeras-kerasnya jika bukan di konser musik. Di sana kamu bisa melepas segala euforia yang hadir. Bukan hanya memuja sang idola, tapi juga berekspresi.

Para penggila musik tentu tak awam lagi dengan nama-nama seperti Coachella, Glastonburry, Lollapaloza, atau Woodstock. Itu adalah sederet nama helatan festival musik di dunia yang mengundang jutaan penonton untuk ambruk bersama di satu lapangan luas.

Namun, helatan itu digelar di luar negeri. Agak mahal yah untuk membeli tiket pesawat terbang ke California, Amerika Serikat, untuk mengejar Eminem yang dijadwalkan bakal manggung di Coachella 2018.

Tenang saja, Indonesia juga punya beberapa gelaran festival musik besar. Bahkan, biasanya mereka hadir dengan lineup artist yang ditunggu-tunggu banyak orang. Masih ingat bagaimana hebohnya para penggemar Billy Corgan CS saat Smashing Pumpkins dijadwalkan manggung di Java Rockin’ Land #2 pada 2010 lalu?

Nah, berikut ayobandung merangkum sederet festival musik keren di Indonesia yang perlu kamu ikuti.

 

 

#1 Djakarta Warehouse Project (DWP)

Ini adalah suguhan khusus bagi party goers. Festival musik ala rave party ini disebut-sebut sebagai salah satu festival musik elektronik terbesar se-Asia Tenggara. Di sinilah electronic dance music (EDM) berkembang. Gelaran ini juga disebut juga sebagai “The Best Dance Music Festival of 2015”, mengalahkan gelaran serupa di Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Di dalamnya bakal ada hentakan musik bertempo kencang membikin jantungmu berdegup beras, berbarengan dengan sorotan lampu warna-warni, dan ditemani ribuan muda-mudi yang menggoyangkan tubuhnya. Dengan kata lain, dugem!

Pertama kali digelar pada 2012 lalu, DWP selalu konsisten menghadirkan berbagai subgenre musik elektronik di dalamnya. Mulai dari dubstep, trance, synthpop, nudisco, dan banyak lagi. 7 Desember 2012 adalah kali pertama DWP digelar. Itu adalah ketika Calvin Harris, disc jockey asal Inggris, menghentak lantai dansa dengan tracklist khasnya.

DWP biasa digelar di Jakarta satu kali dalam setiap tahun dan dipromotori oleh Ismaya Live. Mereka juga selalu menghadirkan DJ-DJ kondang, baik dalam negeri maupun mancanegara.

#2 Hammersonic Festival

Kalau DWP menyediakan sajian musik asyik buat party goers, kini ayobandung kasih festival keren buat kamu para headbanger.

Hammersonic Festival merupakan gelaran musik metal tahunan yang diselenggarakan di Jakarta. Ini bahkan disebut-sebut sebagai festival musik cadas terbesar di ASEAN! Beberapa band, baik luar negeri ataupun dalam negeri, tercatat pernah menghentak panggung Hammersonic. Di antaranya Bullet for My Valentine, Lamb of God, As I Lay Dying, Megadeth, dan masih banyak lagi.

Bisa dibilang, gelaran yang sudah dimulai sejak 2012 ini merupakan satu-satunya festival musik metal di Indonesia yang masih bertahan hingga kini. Tak dipungkiri, gelaran ini juga selalu kedatangan para headbanger dari negara-negara tetangga seperti Australia, Singapura, Malaysia, bahkan Tiongkok.

Saking ramainya, gelaran Hammersonic Fest sempat ricuh saat penyelenggaraannya di tahun 2014. Sejumlah oknum menjebol pagar hingga terjadi kericuhan pada pukul 23.00 WIB yang mengakibatkan banyak orang masuk tanpa membeli tiket.

#3 Jakarta International Java Jazz Festival

Keterlibatan musisi-musisi jazz kaliber dunia membikin Java Jazz menjadi salah satu festival musik jaz terbesar di Asia. Pada tahun 2010, gelaran ini pernah meraih rekor MURI sebagai festival jaz terbesar dengan 1.300 musisi, artis, dan grup musik dalam 21 panggung.

Diselenggarakan sejak Maret 2005, Java Jazz telah menghadirkan sederet musisi luar negeri dan dalam negeri. Stevie Wonder, James Brown, Earth Wind and Fire, Santana, Dave Koz, hingga Bob James pernah meramaikan panggung gelaran musik yang digelar setiap bulan Maret ini.

Sajian musik jaz dalam konsep festival ini menegaskan jika musik jaz tak hanya dinikmati kalangan kelas “eksklusif”. Tapi, semua orang bisa tumplek bersama dalam pestanya pencinta jaz ini, mulai dari remaja tanggung hingga kakek dan nenek.

Penyelenggaraan Java Jazz 2013 adalah yang paling bersejarah. Kala itu, YouTube menempatkan Java Jazz di peringkat keempat live streaming yang paling banyak ditonton.

 

#4 Soundrenaline

Bisa dibilang Soundrenaline merupakan pionir festival musik yang mengedepankan musisi-musisi multigenre. Sejak pertama kali digelar pada 2002 silam, gelaran ini selalu memukau ribuan pengunjung. Sejak saat itulah, berbagai gelaran festival musik bermunculan di Indonesia.

Sederet musisi papan atas pernah ditampilkan di panggung Soundrenaline. Mulai dari Iwan Fals, Burgerkill, Noise Conspiracy (Swedia), INXS (Australia), dan masih banyak lagi.

Soundrenaline juga selalu menawarkan yang baru dalam setiap gelarannya. Berkembang dari satu tema ke tema lain. Di tahun 2017, misalnya, Soundrenaline hadir dengan tema “United We Loud”. Tema itu mengedepankan kolaborasi lintas genre dari setiap musisi yang tampil. Seperti kolaborasi antara band rock Australia, JET bersama DJ asal Italia, The Bloody Beetroots.

Selain itu, tak seperti festival lainnya yang rata-rata hanya dihelat di Jakarta, helatan Soundrenaline digelar di beberapa daerah di Indonesia secara bergantian.

#5 Jakarta International Java Rockin’ Land

Java Rockin’ Land mempersilakan sejumlah musisi rock papan atas untuk mengguncang Jakarta. Gelaran ini rutin diadakan selama tiga hari pada setiap pertengahan tahun di kawasan Ancol, Jakarta.

Tak kalah dari festival-festival musik lainnya, JRL selalu menghadirkan musisi-musisi sekaliber dunia seperti Smashing Pumpkins, Frente, The Cranberries, Sixpence None the Ritcher, dan masih banyak lagi.

Diadakan sejak 2009, JRL tak memberikan batas bagi para musisi. Semua musisi yang tampil rata-rata memiliki basis penggemar yang kuat.

#6 Jazz Gunung

Ini adalah festival musik yang memungkinkan penontonnya berkelana ke kawasan pedesaan. Jazz Gunung ini merupakan kolaborasi antara musik jaz dengan alam pegunungan. Gelaran ini digelar dengan asumsi menikmati jaz di atas pegunungan memberikan pengalaman tersendiri bagi penonton.

Diadakan pertama kali pada 2009, Jazz Gunung disebut salah satu festival musik bertaraf internasional yang menampilkan jazz bernuansa etnik. Gelaran ini juga disebut-sebut sebagai salah satu pionir dari berkembangnya festival musik yang diselenggarakan di alam terbuka.

Para musisi, baik internasional maupun nasional, tampil di amfiteater beratap langit. Perpaduan harmonis antara musik, alam, dan manusia ini menciptakan indahnya jaz dan merdunya gunung.

#7 Synchronize Festival

Synchronize Festival adalah yang paling bungsu dalam daftar ini. Meski baru dimulai pada 2016 lalu, tapi gemanya sudah kesohor kemana-mana.

Sesuai dengan tagline-nya, “It’s not just a festival, it’s a movement”, Synchronize Fest memilih berbeda dari festival-festival lain yang berlomba-lomba menghadirkan musisi kaliber dunia. Dalam dua kali penyelanggaraannya, Synchronize Fest selalu mengedepankan musisi asli Indonesia. Di tahun 2017, misalnya, pedangdut legendaris Rhoma Irama berhasil mengguncang JIExpo dalam semalam.

Masuknya Rhoma Irama dalam lineup tahun 2017 juga membuktikan bahwa Synchronize Fest menghadirkan musisi lokal lintas genre. Rhoma Irama, Krakatau, The Groove, Voice of Baceprot, OM Pengantar Minum Racun, Barasuara, Beside, hingga Mocca tampil dalam satu gelaran.

Tak hanya itu, semangat lokal juga membikin Synchronize Fest membiarkan para pengunjung bernostalgia dengan dihadirkannya gigs stage. Stage itu sengaja dihadirkan untuk memberikan suasana intim antara penonton dan musisi, yang biasa hadir dalam gigs musik-musik lokal di berbagai kota.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar