Yamaha NMax

Peristiwa Gunung Krakatau Dipilih sebagai Komposisi Orkestra Internasional

  Sabtu, 27 Januari 2018   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
konduktor, Robert Nording menjelaskan Konser Krakatoa, dalam konferensi pers "Krakatoa", Jumat (26/1/2018) petang.

PASIRKALIKIAYOBANDUNG.COM -- Krakatoa" gala konser dari kelompok orkestra tanah air yang banyak malang melintang di kancah intenasional, Bandung Philharmonic bakal digelar di Grand Ballroom Hilton Bandung pada Sabtu, 27 Januari 2018 pukul 19.00 WIB.
Komposisi "Krakatoa" ini diambil dari hasil karya karangan komposer Amerika bernama Stacey Garrop yang terinspirasi dari peristiwa letusan super dahsyat Gunung Krakatoa.

Komposer Krakatoa, Stacey Garrop mengakui, pada awalnya dirinya memang cukup sulit untuk meminjam musik dari kultur atau kebudayaan lain untuk menjadikannya dalam sebuah komposisi partitur.

"Ini kali pertama saya ke Indonesia. Karya Krakatoa ini pun sengaja saya tulis untuk mengingatkan betapa besar peristiwa letusan itu," kata Stecey saat saat konperensi pers 'Krakatoa' di Hilton Hotel Bandung, pada Jumat (26/1/2018) petang.

Stacey pun mengaku, sebelum menciptakan aransemen Krakatoa, dirinya melakukan riset untuk bisa menggambarkan besar dan dramatisnya peristiwa letusan krakatau kala itu.  Bahkan Stacey menyebutkan, karya yang ditulis pada 2017 lalu telah mendapatkan beberapa kali perubahan aransemen.

Komposisi Krakatoa ini menurutnya, terbagi ke dalam tiga gerakan inti atau bagian yang terinpirasi saat peristiwa menjelang terjadinya letusan, erupsi, dan peristiwa gelapnya langit karena abu vulkanik yang memenuhi langit hampir di seluruh dunia.

"Saya menggunakan teknik yang disebut harmonic. Jadi orkestranya betul-betul  melambangkan bagimana dramatis dan besarnya letusan dari gunung itu," ungkap Stacey.

Saat di bangku kuliah stacey bercerita sempat belajar gemelan Jawa. Sehingga pada aransemen Krakatoa ini dia mengaku akan menerapkan apa yang telah dipelajarinya.

"Lagu yang digunakan akan menggunakan nada pelop. Dengan dram dan instrumen terbesar dalam format double bass. Sementara instrumen yang paling kecil seperti biola dan gong-gong kecil juga akan dilibatkan," sambungnya.

Dalam kesempatan yang sama Konduktor Krakatoa, Robert Nording menyampaikan, sebuah orkestra laksana organisasi yang luar biasa dan sangat menarik. Pasalnya dalam sebuah orkestra, semua insteumen tidak ada yang sama serta menghasilkan bunyi yang berbeda-beda. Oleh karenanya baginya, sebuah orkestra adalah sesuatu yang menarik bila mampu menyajikan hal yang baru.

"Prinsip itu lah yang kami banggakan hingga saat ini. Kami sama sekali tidak tertarik memainkan simfoni barat saat berada di kota yang luar biasa layaknya Bandung. Kami ingin membagikan setiap sesuatu yang baru kami pelajari dari pada apa yang kami ajari," kata Robert

Robert pun menyebutkan, konser Krakatoa ini pun menjadi salah satu cara untuk merayakan sejarah musik di Indonesia dan musik indonesia yang kekinian. Selain Aki Manggul Awi, kami pun akan memainkan karya Borobudur, Es lilin, dan komposisi spesial lainnya," pungkasnya. 
 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar