Yamaha Mio S

Kesedihan Awal Tahun: Rolling Stone Indonesia Tutup Usia

  Senin, 01 Januari 2018   Asri Wuni Wulandari
Edisi pertama Majalah Rolling Stone Indonesia, Mei 2005.

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM–Tak semua orang bersuka di hari pertama di tahun 2018 ini. Sebagian dari mereka, para pecinta musik, mungkin berduka karena Rolling Stone Indonesia – majalah dan situs – resmi ditutup pada 1 Januari 2018.

“Pada hari ini PT a&e Media sebagai penerbit majalah dan situs Rolling Stone Indonesia  mengumumkan bahwa mulai 1 Januari 2018 kami tidak lagi memegang lisensi penerbitan media tersebut untuk beroperasi di wilayah Indonesia.” Demikian tulis keterangan resmi PT a&e Media pada Senin (1/1/2018).

Segala kepemilikian merek di bawah Rolling Stone Indonesia telah dikembalikan kepada pemilik merek utamanya di New York, Amerika Serikat.

Selama 12 tahun Rolling Stone Indonesia berada di bawah PT a&e Media. Manajemen juga mengucapkan rasa terima kasihnya atas dedikasi karyawan untuk media kesayangan para pecinta musik Tanah Air ini.

Kabar mengenai tutupnya Rolling Stone Indonesia ini sebenarnya sudah santer terdengar sejak beberapa hari sebelumnya. Beramai-ramai, sejumlah gegedug menyatakan jika mereka berhenti bekerja untuk majalah yang telah berdiri di Indonesia sejak 2005 silam.

“Tanggal 29 Desember 2017 menjadi hari terakhir saya bekerja di Rolling Stone Indonesia. Terima kasih untuk semua pihak yang membantu kami selama 12 tahun ini,” tulis Adib Hidayat, yang sebelumnya menjabat Editor in Chief Rolling Stone Indonesia melalui akun Twitternya @AdibHidayat pada Sabtu (30/12/2017).

Tanggal 29 Desember 2017 menjadi hari terakhir saya bekerja di Rolling Stone Indonesia. Terimakasih untuk semua pihak yang telah banyak membantu kami selama lebih dari 12 tahun ini.

— ADIB HIDAYAT (@AdibHidayat) December 30, 2017
 

Tak hanya itu, Ivann Makhsara, salah satu penulis di Rolling Stone Indonesia, juga menyatakan hal yang sama pada Jumat (29/12/2017). “Per 29 Desember saya resmi telah berhenti dari Rolling Stone Indonesia. Terima kasih,” tulisnya melalui akun @IvannMakhsara.

Rolling Stone Indonesia terbit perdana pada Mei 2005 silam. Pengalaman hidup dan pengaruh musik Bob Marley, musisi Jamaica, didapuk sebagai pengisi rangkaian cover story pertamanya. Majalah itu disebut-sebut juga sebagai yang pertama di benua Asia. Sementara itu, situs resmi RollingStone.co.id muncul beberapa bulan setelah majalah pertamanya diterbitkan.

12 tahun bukan waktu yang sebentar. Tak heran jika kini warganet bersedih dan kecewa atas kepergian media musik kesayangannya. Cuitan kesedihan itu mewarnai linimasa dan membuat topik “Rolling Stone Indonesia” menjadi trending topic Indonesia hingga kini.

“Awal tahun dikecewakan dengan tutupnya Rolling Stone Indonesia,” tulis pemilik akun Twitter @febyandrian_.

Tak hanya itu, seorang warganet lainnya, @benclunx, justru berpikir untuk melengkapi koleksi majalah Rolling Stone Indonesia ke pasar-pasar buku di Kota Bandung. “Duh, Rolling Stone Indonesia berhenti cetak. Padahal sejak SMA sudah berlangganan majalah tsb barengan majalah Guitar Plus. Musti berburu oplah yang belum sempat terbeli, antara Palasari atau Dewi Sartika Kebon Kapala.”

Mengomentari cuitan-cuitan warganet tentang tutupnya majalah musik kelas wahid di Indonesia itu, Adib Hidayat kembali mengucapkan rasa terima kasihnya atas dukungan yang diberikan melalui cuitannya. “Masih banyak kekurangan kami selama 12 tahun lebih di (musik) Indonesia. Terima kasih telah mendukung kami selama ini.”

 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar