Yamaha Lexi

Kaleidoskop: 7 Festival Musik Paling Kece di Bandung

  Rabu, 27 Desember 2017   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Shane Filan kala itu pun sukses menghipnotis para pecintanya dalam gelaran konser

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Sederet festival musik hadir sepanjang tahun 2017 di kota Kembang, Bandung. Keseruan yang disuguhkan pun berbeda-beda, lengkap dengan musik yang ditawarkan. Seperti festival yang fokus pada musik jazz, pop, rock, tradisi, hingga Electronic Dance Music (EDM).

Dari banyak festival yang digelar tahun ini, sedikitnya ada tujuh acara yang sukses menjadi perhatian. Bahkan tujuh acara tersebut menjadi perbincangan di kalangan warga Bandung. Berikut tujuh Festival Musik paling kece selama 2017 sebagaimana diberitakan AyoBandung.com:

The Papandayan Jazz Bandung Festival 2017
The Papandayan Jazz Bandung Festival alias TPJBF 2017 digelar pada bulan Oktober lalu. Menghadirkan musisi-musisi jazz terkemuka, dari lokal maupun internasional.
"TPJBF sebagai wadah kreasi para musisi jazz ini bahkan telah dideklarasikan oleh Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil pada tahun 2015 sebagai the Address of Jazz in Bandung," kata General Manager The Papandayan Hotel, Bobby Renaldi dalam konferensi pers TPJBF 2017, kala itu (3/10/2017). Artinya, ketika para penikmat membutuhkan nutrisi musik jazz, maka TPJBF adalah tempatnya!

Narasi awalnya sendiri muncul pada tahun 2013, ketika The Papandayan bersama dengan TP Stage dan Vence Manuhutu dan Hari Pochang berdiskusi soal keberlangsungan perkembangan musik jazz di Kota Bandung. Dari sana pula, muncul keinginan untuk mengumpulkan para musisi jazz Indonesia, khususnya yang berasal dari Bandung. Secara berkala TP Stage pun berlangsung dengan menghadirkan para musisi jazz selama dua kali dalam seminggu. 

Akhirnya di tahun 2015, tercetuslah program The Papandayan Jazz Bandung Festival sebagai pesta jazz "kecil-kecilan." Panggung luas untuk para musisi jazz hadir dan mengekspresikan kreativitas mereka.

Menampilkan f6136751-ac61-49a2-a8cf-edda8f4074a6.jpg

Matasora World Music Festival 2017
Kementerian Pariwisata, dalam putusannya, 2017 menyiapkan lebih dari 100 kegiatan festival yang diselenggarakan di berbagai daerah di Tanah Air. Tujuannya, apa lagi jika bukan untuk menggenjot sektor pariwisata. 

Seakan bergegas menyambut semangat promosi bidang pariwisata Indonesia, Matasora World Music Festival (MWMF) 2017 hadir dan menjadi perhelatan serta bentuk atraksi wisata budaya. Kota Bandung pun dipilih sebagai tuan rumah dalam festival ini, karena posisinya yang berperan sebagai penyanggah ibukota Jakarta.

Direktur Artistik Matasora, Ismet Ruchimat, mengatakan Matasora dirancang untuk meningkatkan pemahaman budaya di mata masyarakat dunia serta menumbuhkembangkan industri pariwisata Indonesia.

"Festival unik ini diproyeksi untuk membuka hati dan pikiran para pengunjung tentang keberagaman kebudayaan dunia melalui musik. Karena musik adalah salah satu bahasa perekat beragam perbedaan."

Pria yang juga berprofesi sebagai dosen di Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI), Bandung ini pun bercerita tentang awal penciptaan Matasora. Sederhana saja, mengenalkan musik dan budaya tradisi secara audio dan visual di mata dunia.

Jawa Barat, sebagai tatar priangan yang kaya akan ragam budaya dan folklornya pun dipilih. Ismet berharap agar konstruksi Matasora ini jadi kekuatan kebudayaan nasional, khususnya Jawa Barat.

Menampilkan IMG_20170724_120726.jpg

Matasora World Music Festival dirancang untuk meningkatkan dialog multikultural, diskusi edukasi terkait isu pedesaan dan perkotaan, mempromosikan pariwisata daerah, serta gaya hidup ramah lingkungan, dan konteks kebudayaan yang berkelanjutan.

“Memang tantangannya besar dan membutuhkan proses. Tapi mudah-mudahan peristiwa musikal ini bisa menginspirasi secara organisatorik kepada kawan-kawan yang bergelut di dunia yang sama,” ungkap Ismet dalam konferensi pers Matasora World Music Festival di Bandung, kala itu. 

Wacken Metal Battle Indonesia 2017
Terbukanya jejaring skema musik metal semakin menerangkan komitmen bersama untuk mendukung regenerasi band metal yang baik dan siap maju di ranah musik ‘cadas’ dunia.
Adalah ajang Wacken Metal Battle Indonesia 2017 (WMBI 2017), sebuah kompetisi berskala nasional untuk mencari satu band metal yang secara objektif dianggap paling representatif dan siap untuk mewakili Indonesia di ajang Wacken Metal Battle Internasional.

Kompetisi bergengsi ini berhasil menjaring 238 band dari 59 kota. Dari jumlah tersebut terpilih 30 besar dan mengerucut menjadi 10 besar yang tampil di Final Battle.

Menampilkan IMG20170514203045.jpg

Sepuluh band pun bertanding di Final Show WMBI 2017 pada Minggu, 14 Mei 2017 di Gedung Persediaan PT. KAI Bandung.

Para kandidat ini dipilih berdasarkan penyeleksian yang super ketat dan objektif . “Seluruh band yang mendaftar memiliki kualitas yang bagus dan 80% didominasi oleh wajah-wajah segar di ramah musik ekstrem Indonesia,” ungkap Kimung saat konferensi pers WMBI. 

Kimung menambahkan, ajang WMBI 2017 ini layaknya ajang showcase untuk meraup kesempatan seluas-luasnya bagi band metal Indonesia dalam melebarkan sayap.  “Kita sekarang sudah membukakan kanalnya, tinggal nanti bagaimana mereka bisa memanfaatkan kesempatan ini. Sebab band yang berangkat di ajang internasional harus band yang pintar dan bisa memanfaatkan kesempatan dan potensinya,” terang dedengkot grup musik Karinding Attack ini.

Penjurian kompetisi kala itu dilakukan oleh para ahlinya, yakni Muhammad Rohman/Man (Jasad), Dadan Ruskandar/Dadan Ketu (Manajemen Burgerkill), dan Adib Hidayat (Jurnalis Senior ‘Rolling Stone’).

Joox Festival Hura Ceria
Lagi dan lagi, Bandung tak henti-hentinya menjadi tuan rumah bagi acara yang menampilkan para musisi ternama Tanah Air. Joox sebagai sebuah wadah penyedia aplikasi musik menyelenggarakan acara Joox Festival Hura Ceria, pada (9/12/2017) di Lapangan Pusat Kesenjataan Infantri (Pussenif) Bandung.

Sesuai dengan namanya, acara ini menyuguhkan suasana yang ceria kepada pengunjungnya. Sederet musisi tampil untuk menghibur para penggemar musik.

Di mulai dari penampilan Star and Rabbit. Band Indie dari Yogyakarta ini memang terbilang baru di industri musik Indonesia. Tapi dengan lagu-lagu yang dibawakannya, seperti "Man Upon the Hill" dan "The House" sudah mampu menarik perhatian penonton.\

Menampilkan IMG_20171209_184657.jpg

Ada juga persembahan dari musisi terkenal dari Bandung, Risa Sarasvati. Penyayi yang juga penulis ini membawakan lagu andalannya yakni "Story of Peter" yang langsung disambut dengan riuhnya suara tepuk tangan dari penonton.

Tak ketinggalan juga penampilan dari penyanyi pria pendatang baru, Rendy Pandugo. Pria kelahiran Medan ini berhasil menghipnotis para penontonnya dengan lagu-lagu bernuansa romantis seperti "By My Side" dan "Silver Rain."

Band The S.I.G.I.T juga tak mau ketinggalan unjuk gigi. Lagu-lagu bergenre garage rock berhasil dilantunkan dengan apik oleh sang vokalis, Rektivianto.  Penonton ikut bernyanyi sambil berjingkrak-jingkrak saat band indie asal Bandung ini membawakan lagu "Black Amplifier."

Di puncak acara, Seringai menambah panas suasana malam ini. Suasana pun semakin riuh. Arian sang vokalis berhasil mengajak para penonton untuk bernyanyi bersama dan berteriak saat lagu-lagu seperti "Mengadili Persepsi" dan "Dilarang di Bandung".

Menurut Trisiska Putri, Head of Marketing & Public Relation Joox Festival Hura Ceria, acara ini sebagai sebuah bentuk gerakan untuk menghidupkan ekosistem musik di Indonesia.

"Kami ingin menjembatani antara musisi dan pendengar musik. Jadi ingin mendekatkan musisi dan pendengar dengan kegiatan offline seperti ini," katanya.

Bandung dipilih sebagai tuan rumah gelaran ini karena dinilainya banyak musisi tumbuh di Bandung, mulai dari pop, reggae sampai indie.

RnB In Fashion Party 
Suara seruan penonton bergema tatkala gelapnya ruangan perlahan terbias oleh pendar-pendar lampu warna-warni menyorot panggung konser RnB In Fashion Party di Amphitheater Trans Studio Bandung, Jumat (28/7/2017).

Rupanya tiga grup kawakan beraliran Jazz, R&B, dan Hiphop Indonesia era 2000-an, yakni Brown Sugar, T-Five, dan The Groove,  bergiliran muncul dari balik LED panggung pertunjukkan. Tanpa basa basi, tiga grup band yang ngehits pada tahun 1990-an sampai 2000-an itu pun langsung berkolaborasi menyanyikan lagu-lagu hits yang beken pada eranya sambil menggerak-gerakkan badan sesuai irama.

Menampilkan IMG_20170730_191628.jpg

Tampil sebagai pembuka, Brown Sugar tak memberi jeda, langsung lanjut memanaskan panggung lewat lagu East 17 ("Each Time"), Blackstreet ("In a Rush"), "Sisqo ("Dream" dan "Thong Song"), K-Ci & Jojo ("All My Life"), Medley Boyz II Men ("'I'll Make Love to You" dan "End of the Road"). 

Lepas dari musik nostalgik dari Brown sugar, para penonton kala itu langsung dibawa 'pecah' pula oleh penampilan dari T-Five. Band yang beranggotakan Gordon Abraham, Nino Christian, Paul Arnold Latumahina,Yerry Meirian, Tabriz Muhajir, dan Hans Boyke (Bheben) ini mencoba memberikan waktu kepada penonton untuk bernapas dengan lagu "Yang Terindah" dan beberapa repertoar asyik lainnya. 

Puncak penampilan dari grup yang mengusung genre Pop, R&B, Hip-hop/Rap yang aktif sejak era 2000-an ini semakin pecah ketika single hits "Kau" dilantunkan. Sontak para penonton bersorak riuh ketika mendengar karya karir gemilang T-Fine itu dilantunkan. 

Tak lama The Groove pun naik ke atas panggung dan menjadi penampil terakhir. Tak butuh jeda lama, band beraliran jazz pop ini menggoyang panggung lewat lagu romantis mereka. Vokalis, Rieka Roeslan dan Reza pun langsung mengajak penonton bernostalgia dengan lagu "Satu Mimpiku" dan "Bawalah Daku".

Berbekal busana monochrome dan hentakan musik jazzy, The Groove mampu menghipnotis penonton untuk menari-nari, melompat, serta bernyanyi bersama. Bahkan lagu "Khayalan" dan karya baru mereka "Forever You"ll Be Mine" membuat Rieka dan Reza bergoyang enerjik. Ya itu lah, cukilan keseruan RnB In Fashion Party.

Love Always Tour 2017
Satu lagi memoar yang sayang untuk dilewatkan adalah Love Always Tour 2017 dari Shane Filan. Salah satu mantan personel dan lead vokal dari boyband populer asal Irlandia, Westlife, Shane Filan kala itu pun sukses menghipnotis para pecintanya dalam gelaran konser "Love Always Tour 2017" di Ampiteater Trans Studio Bandung, (19/8/2017).

Penampilannya dalam rangka mempromosikan album terbarunya "Love Always" memukau Filaners, sebutan penggemar Shane Filan kota Kembang. 

Dengan instrumen piano yang cukup lama menggema, Shane membuka konser 'Love Always Tour 2017' dengan membawakan single-nya yang berjudul "About You".

Penyanyi tampan berusia 38 tahun tersebut terlihat keren dengan mengenakan setelan kaos berwarna hitam yang dibalut jaket beludru berwarna biru tua. Plus celana jeans denim warna hitam yang semakin menambah karisma penyanyi kelahiran 5 Juli 1979 ini. 

Penyanyi dan penulis lagu kelahiran Sligo, Republik Irlandia itu mengajak seluruh penonton untuk bernyanyi dan juga berjoget bersama dengan lagu "Uptown Girl". Lagu itu pun berakhir dengan sorak-sorai dan tepuk tangan dari para penonton.

Usai membawakan lagu upbeat yang membuat para penonton berjingkrak, Shane langsung membawa suasana menjadi melow dan sendu dengan menyanyikan lagu Westlife yang dirilis pada tahun 2000, "What Makes a Man". Sontak, para penonton dibuat hanyut dan ikut menikmati lagu dengan benyanyi bersama sampai lagu tersebut usai.

Menampilkan DSCF1664.jpg 

Malam itu, Shane dengan semangat mengajak seluruh penonton untuk mengangkat tangan ke atas dan bernyanyi bersama. Tanpa basa-basi para penonton pun hanyut dalam suasana dan mengangkat tangan mengikuti melodi yang dimainkan. 

Tak hanya membawakan lagu-lagu milik Westlife saja, Shane juga mempersembahkan lagu "This I Promise You" yang dipopulerkan oleh band 'N Sync dan "You Raise Me Up" milik Josh Groban, dan lainya. 

The Sequel of Dance Music Nation 2017
Melanjutkan kesuksesan Dance Music Nation (DAMN) pertama pada Mei lalu dengan mendatangkan DJ TWRK, Emma Hewitt juga DJ Wingki, DJ Riri, dan DJ Rizuka, kini The Trans Luxury Hotel berkolaborasi dengan The Playmaker kembali menghadirkan "The Sequel of Dance Music Nation" di The Trans Grand Ballroom pada Sabtu (7/10/2017)

Acara yang digelar mulai pukul 23.00 WIB ini dimeriahkan dengan berbagai penampilan spesial dari DJ internsional, AronChupa, dan deretan disjoki (DJ) kenamaan Indonesia seperti Dhipa Barus, Yasmin, dan Tiara Eve. 

Sekuel kedua dari DAMN ini pun kini menghadirkan bintang tamu mancanegara. Salah satunya DJ internasional yang saat ini paling ditunggu kedatangannya di Indonesia, yakni AronChupa. 

DJ asal Swedia ini tengah berada di puncak karir berkat lagu-lagu hitsnya seperti "I'm an Albatraoz" yang pernah memimpin nominasi "Song of The Year" pada Swedish Grammy 2015, lagu "Fired Cuz I Was Late", dan hits terbarunya yang berjudul "Llama in My Living Room".

Karya-karya AronChupa ini memang identik dengan beat musik yang cepat dan aransemen uniknya. Sehingga tak aneh ketika aksi joki cakram kelahiran Boras, 30 Maret 1991 ini amat dinikmati pecinta musik Electronic Dance Music (EDM) Tanah Air, khususnya Kota Bandung. 

Tidak kalah kerennya dengan AronChupa, para DJ beken kepunyaan Indonesia pun semakin memanaskan suasana tadi malam. Tampil dalam masing-masing durasi main selama 60 menit, Dhipa Barus, Yasmin, dan Tiara Eve pun membawa mood penonton semakin pecah. 

Dhipa Barus contohnya. DJ kelahiran Jakarta yang sudah sangat dikenal akan prestasinya di dunia EDM ini pun membawakan deretan hits kenamaannya seperti "All Good", "No One Cant Stop Us" dan sebagainya. DJ bernama lengkap Dipha Kresna Aditya Barus ini semakin membawa suasana panas di ruangan venue tepat pukul 00.00 WIB dengan hentakan beat yang cepat dan dinamik yang kuat. 

Selain itu, dua DJ cantik asal Indonesia, Yasmin dan Tiara Eve pun tak kalah memberikan kemampuannya memainkan musik terkininya. Sehingga amat memberikan pengalaman tak terlupakan pula bagi penikmat musik EDM di Kota Kembang, Bandung ini.

Menampilkan IMG_20171008_120706.jpg 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar